Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) mengungkapkan terdapat sebanyak 7 hingga 8 perusahaan dalam pipeline (antrean) Initial Public Offering (IPO) mereka. Aset tertinggi disebut mencapai Rp2 hingga Rp3 triliun.
"Jumlah total IPO, saat ini kira-kira sekitar tujuh hingga delapan (perusahaan)," ungkap President Director KISI Kyoung Hun Nam di sela-sela acara KISI Challenge The Next Wave di Jakarta, Jumat (27/2).
Kyoung Hun Nam mengungkapkan, perusahaan yang berada dalam pipeline IPO KISI antara lain berasal dari sektor perbankan, pariwisata, pertambangan, serta infrastruktur. "Sektornya adalah perbankan, kemudian tentu saja pariwisata, pertambangan, dan infrastruktur," ungkap Kyoung Hun Nam.
Dari sebanyak delapan perusahaan di pipeline IPO tersebut, ia mengungkapkan terdapat perusahaan yang nilai asetnya mencapai Rp2 triliun hingga Rp3 triliun. Dengan demikian, perusahaan tersebut masuk kategori beraset skala besar, apabila merujuk Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.
Per 20 Februari 2026, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan terdapat delapan perusahaan berada dalam pipeline (antrean) untuk melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia. Dari delapan perusahaan dalam antrean IPO di BEI, sebanyak lima perusahaan beraset skala besar di atas Rp250 miliar dan sebanyak tiga perusahaan beraset skala menengah antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar.
Sementara itu, dari sisi sektor, sebanyak dua perusahaan dari barang baku, dua perusahaan keuangan, serta satu perusahaan transportasi dan logistik. Kemudian, satu perusahaan barang konsumen primer, satu perusahaan energi, serta satu perusahaan industri.
Sepanjang tahun ini terhitung sampai 20 Februari 2026, BEI mencatat belum ada perusahaan yang melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia, sehingga total perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia saat ini tercatat sebanyak 956 perusahaan.
Tren pertumbuhan investor pasar modal Indonesia terus menunjukkan momentum positif. Pada pertengahan Desember 2025, jumlah investor telah menembus lebih dari 20 juta, meningkat 34,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sejalan dengan peningkatan jumlah investor tersebut, KISI sukses menggelar KISI Challenge: The Next Wave (Special Edition) yang berlangsung sejak 1 Desember 2025 hingga 30 Januari 2026. Kompetisi ini menghadirkan 777 hadiah eksklusif dengan total nilai mencapai Rp10 miliar, termasuk hadiah utama BYD Denza D9 dan Hermès Birkin 25 yang berhasil diraih oleh dua pemenang.
Program ini berhasil menarik lebih dari 5.000 peserta yang turut meramaikan kompetisi sekaligus memanfaatkan kesempatan untuk bertransaksi melalui aplikasi iKISI. Tingginya tingkat partisipasi tersebut mencerminkan animo dan antusiasme yang kuat dari para partisipan dalam berkompetisi melalui aplikasi iKISI.
Didukung fondasi keuangan yang solid, KISI mencatatkan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) yang menembus Rp1 triliun pada Agustus 2025. Sejalan dengan itu, KISI menghadirkan Program Promosi berupa bunga marjin 0,024% per hari selama satu bulan sejak pembukaan akun (promo berlaku hingga 30 Juni 2026) serta biaya transaksi kompetitif dengan fee beli 0,13% dan fee jual 0,23%. (Ant/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved