Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

GAPMMI: Negosiasi RI–AS Penting bagi Keberlanjutan Industri dan Daya Saing Ekspor

Syarief Oebaidillah
23/2/2026 20:56
GAPMMI: Negosiasi RI–AS Penting bagi Keberlanjutan Industri dan Daya Saing Ekspor
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) menyampaikan apresiasi pada langkah Pemerintah Indonesia yang dipimpin Presiden RI, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dan jajaran dalam menjalankan proses negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat (AS).

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas iklim usaha, meningkatkan daya saing, serta menjaga ketahanan industri nasional. Melalui keterangan resminya hari ini, GAPMMI menyatakan pihaknya sejalan dengan pandangan dunia usaha bahwa kepastian pasar dan iklim usaha yang terjaga merupakan faktor penting bagi keberlanjutan industri.

“Bagi sektor makanan dan minuman, kepastian tersebut juga sangat bergantung pada ketersediaan dan keberlanjutan pasokan bahan baku industri, terutama untuk bahan baku tertentu yang hingga saat ini belum sepenuhnya tersedia atau belum dapat dipenuhi dari dalam negeri,” kata Adhi Lukman, Ketua Umum GAPMMI dalam keterangan tersebut.

Dalam konteks tersebut, GAPMMI memandang bahwa negosiasi perdagangan yang dilakukan Pemerintah dapat memberikan kontribusi positif dalam menciptakan alternatif sumber bahan baku industri yang dibutuhkan, sehingga mendukung kelangsungan produksi dari industri pangan hilir, menjaga realisasi investasi, serta memastikan penyerapan tenaga kerja di sepanjang rantai nilai industri makanan dan minuman, termasuk menjaga daya beli masyarakat.

Selain itu, GAPMMI menilai bahwa proses negosiasi perdagangan yang dilakukan Pemerintah berkontribusi dalam mengurangi ketidakpastian perdagangan (trade uncertainty) dan memperkuat posisi daya saing produk unggulan Indonesia di pasar AS, seperti kakao, kopi, sawit, dan turunannya yang mendapatkan pengecualian tarif.

“Kepastian akses pasar serta tarif yang lebih kompetitif memberikan ruang bagi pelaku industri untuk meningkatkan efisiensi biaya, menjaga utilisasi kapasitas produksi, serta memperkuat perencanaan investasi yang berorientasi ekspor. Bagi industri makanan dan minuman yang terintegrasi dalam rantai pasok global, kondisi ini menjadi faktor pendukung penting dalam mempertahankan dan memperluas penetrasi produk Indonesia di pasar internasional,” papar Adhi.

Sebagai bagian dari ekosistem dunia usaha, GAPMMI mendukung upaya Pemerintah dalam menyeimbangkan kepentingan nasional, perlindungan konsumen, dan daya saing industri untuk keberlanjutan dunia usaha. Pihaknya berharap proses negosiasi ini dapat segera diimplementasikan secara konsisten untuk mendukung kinerja industri manufaktur menuju terealisasinya target pertumbuhan ekonomi 8%.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya