Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembangunan ekonomi nasional melalui kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama lima pengusaha nasional yang digelar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/2) malam.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih solid dan berkelanjutan.
Sekretaris Kabinet Teddy Wijaya menjelaskan bahwa dialog tersebut merupakan ruang strategis untuk menyelaraskan visi antara Kepala Negara dan dunia usaha.
"Di momen itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya semangat Indonesia Incorporated, yang berarti bahwa kolaborasi erat seluruh sektor, yakni antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat daya saing nasional serta mempercepat pembangunan ekonomi," ujar dia dalam keterangan di Jakarta, Rabu (11/2).
Teddy mengungkapkan bahwa diskusi berlangsung intens selama lebih dari empat setengah jam, dimulai pukul 19.00 WIB hingga 23.30 WIB. Hal ini menunjukkan keseriusan kedua belah pihak dalam merumuskan langkah konkret untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, para pengusaha menyampaikan dukungan penuh terhadap agenda strategis pemerintahan. Komitmen itu diwujudkan melalui partisipasi aktif dunia usaha pada sektor-sektor prioritas yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat serta penguatan struktur pembangunan nasional.
"Para pengusaha yang hadir senada seirama menyatakan komitmen solidnya untuk mendukung visi misi Pemerintah dalam sektor paling strategis yaitu pemenuhan makan bergizi, sekolah dan pendidikan tinggi, kesehatan, rumah subsidi, koperasi dan kampung nelayan serta kedaulatan pangan dan energi," kata dia.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga mengajak kalangan pengusaha untuk terlibat aktif dalam menciptakan lapangan kerja, khususnya di sektor riil. Langkah ini dinilai penting guna mendorong pertumbuhan industri nasional sekaligus memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha tersebut menjadi bagian dari strategi besar dalam mewujudkan ekonomi nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Pertemuan ini sekaligus mencerminkan arah kepemimpinan Presiden Prabowo yang menempatkan kemitraan strategis sebagai fondasi utama dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. (Ant/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved