Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Harga Emas Antam Hari Ini 7 Februari 2026: Melonjak Jadi Rp2,92 Juta

Andhika Prasetyo
07/2/2026 08:50
Harga Emas Antam Hari Ini 7 Februari 2026: Melonjak Jadi Rp2,92 Juta
Ilustrasi(Antara)

 

Harga emas Antam hari ini , Sabtu, 7 Februari 2026, mencatatkan lonjakan signifikan. harga logam mulia ini kembali menunjukkan taringnya dengan kenaikan harga harian yang cukup tinggi. Harga emas Antam per gram dipatok sebesar Rp 2.920.000. Angka ini mengalami kenaikan sebesar Rp 30.000 dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya.

Rincian Harga Emas Antam 7 Februari 2026

Bagi Anda yang ingin melakukan investasi dalam berbagai pecahan, berikut adalah daftar harga emas hari ini:

Pecahan Harga Dasar (Rp)
0,5 Gram 1.510.000
1 Gram 2.920.000
5 Gram 14.375.000
10 Gram 28.695.000
50 Gram 143.145.000
100 Gram 286.212.000
1.000 Gram (1 Kg) 2.860.600.000

Harga Buyback dan Pajak Investasi

Sementara itu, harga buyback emas Antam hari ini berada di posisi Rp 2.791.000 per gram. Harga ini juga mengalami kenaikan proporsional mengikuti pergerakan harga jual emas batangan.

Penting bagi investor untuk memperhatikan aspek perpajakan dalam transaksi emas batangan sesuai dengan ketentuan PMK No. 34/PMK.10/2017:

  • Pembelian emas dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% jika menyertakan NPWP.
  • Transaksi buyback dengan nominal di atas Rp 10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% bagi pemilik NPWP.
  • Bagi masyarakat yang tidak memiliki NPWP, tarif pajak yang dikenakan akan lebih tinggi (0,9% untuk pembelian dan 3% untuk buyback).

Analisis Pergerakan Harga Emas 2026

Kenaikan harga emas hari ini sebesar Rp30.000 merupakan salah satu lonjakan harian tertinggi di awal tahun 2026. Emas diprediksi tetap menjadi pilihan utama aset perlindungan nilai (safe haven) saat kondisi pasar saham global mengalami volatilitas tinggi. Selain itu, sentimen terhadap inflasi global yang belum sepenuhnya mereda membuat permintaan terhadap fisik emas batangan tetap kuat baik di level institusional maupun ritel.

Melihat tren jangka panjang, emas diprediksi masih memiliki ruang untuk tumbuh seiring dengan strategi diversifikasi cadangan devisa oleh berbagai bank sentral dunia. Bagi investor ritel, momentum kenaikan ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk memantau portofolio investasi. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya