Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Kementrans Siapkan Transformasi untuk Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi di Kawasan Transmigrasi

Ihfa Firdausya
05/2/2026 18:29
Kementrans Siapkan Transformasi untuk Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi di Kawasan Transmigrasi
Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara(MI/Ihfa Firdausya)

SALAH satu fokus program Kementerian Transmigrasi pada 2026 adalah transformasi yang berfokus pada penciptaan pertumbuhan ekonomi. Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara melalui tim Ekspedisi Patriot, pihaknya akan melakukan penelitian mendalam pada beberapa wilayah  yang memiliki potensi investasi berskala besar.

Sebagai flagship program tahun ini, Kementrans akan memberikan misi kepada sekitar 1.000 sumber daya manusia unggul untuk menciptakan ekosistem ekonomi baru di kawasan transmigrasi. Mereka akan diberikan insentif beasiswa S2 Patriot.

"Sehingga fokus kami bukan kepada beasiswa pendidikannya tetapi hadirnya SDM unggul di kawasan transmigrasi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Transformasi Transmigrasi 2026 Kantor Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Kamis (5/2).

Tanpa SDM unggul, katanya, pertumbuhan ekonomi di kawasan akan jalan di tempat. Ke depan, pemerintah harus memastikan agar SDM unggul bisa hadir di seluruh kawasan transmigrasi.

"Berdasarkan hasil kajian yang kami lakukan, adanya SDM unggul yang memiliki standar tertentu, hadir secara fisik dan dekat dengan masyarakat, aktif melakukan riset dan inovasi, serta menciptakan interaksi dengan dunia usaha, akan membuat suatu wilayah tumbuh ekonominya secara positif," paparnya.

Sesuai dengan amanat Presiden Prabowo Subianto, kata Iftitah, pertumbuhan ekonomi jangan menjadi sekadar angka-angka. "Kami selalu memberikan contoh misalkan Maluku Utara. Sekarang pertumbuhan ekonomi itu 32%, cukup fantastis, bahkan 4 kali lipat dari target nasional," ujarnya.

"Tetapi itu adalah pertumbuhan ekonomi yang pro kepada rakyat. Itu yang dikendaki oleh Bapak Presiden," imbuhnya.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang pro rakyat adalah pertumbuhan ekonomi yang membuka lebih banyak lapangan kerja untuk masyarakat lokal.

"Oleh karena itu, nanti vokasi atau peningkatan kapasitas serta pemerdayaan masyarakat menjadi salah satu kunci, supaya masyarakat setempat itu terserap oleh investasi yang dikembangkan di dalam kawasan transmigrasi," paparnya.

"Jangan sampai nanti ada peluang investasi, tenaga kerja terbuka, tapi masyarakat tidak terserap sebagai tenaga kerja karena kapasitasnya kurang. Itulah kata kuncinya," jelas Iftitah.

Hal yang tak kalah penting, masyarakat tidak sekadar bekerja, tetapi upahnya layak, supaya daya belinya kuat.

Menurut mentrans, pertumbuhan ekonomi yang sekadar tinggi di angka-angka biasanya hanya tinggi di investasi dan produksi. Namun daya beli masyarakatnya sangat rendah karena tidak punya uang.

"Supaya masyarakat punya uang, harus punya pendapatan. Nah inilah bedanya dengan investasi biasa. Maka di kawasan transmigrasi, itu harus ada hadir lebih dulu SDM-SDM unggul, mendampingi, membersamai masyarakat. Supaya masyarakat betul-betul tidak merasa ditinggalkan. Negara hadir di tiap-tiap ekosistem ekonomi baru di Indonesia," pungkasnya. (E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya