REKOR harga emas Antam yang menyentuh level tertinggi sepanjang masa di Rp3.168.000 per gram pada Jumat (30/1/2026) menjadi momentum emas—secara harfiah—bagi para investor jangka panjang. Dengan harga buyback (beli kembali) yang dipatok di kisaran Rp2.860.000 per gram, aksi profit taking hari ini menjanjikan keuntungan ratusan persen bagi mereka yang telah menahan asetnya selama 3-5 tahun.
Berdasarkan data historis yang diolah tim redaksi, investor yang membeli emas pada awal tahun 2021 dan 2023 adalah pemenang utama dalam reli komoditas kali ini. Berikut simulasi perhitungan keuntungan bersih jika Anda mencairkan emas batangan hari ini:
Tabel Simulasi Keuntungan (Jual 30 Januari 2026)
| Waktu Beli | Harga Beli Dulu* | Harga Jual Sekarang (Buyback) | Keuntungan Bersih |
|---|---|---|---|
| Januari 2021 (5 Tahun Lalu) |
± Rp960.000 | Rp2.860.000 | +Rp1.900.000 (197%) |
| Januari 2023 (3 Tahun Lalu) |
± Rp1.030.000 | Rp2.860.000 | +Rp1.830.000 (177%) |
| Januari 2025 (1 Tahun Lalu) |
± Rp2.100.000 | Rp2.860.000 | +Rp760.000 (36%) |
*Harga beli rata-rata di periode tersebut. Harga buyback mengacu pada spot 30 Jan 2026.
Analisis: Waktunya Jual atau Tahan?
Kepala Divisi Treasury sebuah bank BUMN di Jakarta menyebutkan, selisih keuntungan hampir Rp2 juta per gram bagi investor angkatan 2021 adalah fenomena langka. "Ini saat yang tepat untuk rebalancing portofolio. Cairkan sebagian keuntungan emas untuk dialihkan ke instrumen lain yang masih undervalued, seperti properti atau obligasi negara," ujarnya.
Namun, bagi Anda yang baru membeli emas dalam 3-6 bulan terakhir (akhir 2025), disarankan untuk menahan diri (Hold). Dengan selisih harga jual-beli (spread) Antam yang lebar, menjual emas yang baru dibeli berpotensi menggerus modal atau hanya memberikan keuntungan tipis yang tidak sebanding dengan inflasi.
Kesimpulan: Jika Anda memegang emas "vintage" (beli >3 tahun lalu), hari ini adalah hari gajian besar Anda. Segera kunjungi butik Antam atau Pegadaian terdekat sebelum harga terkoreksi.
