Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Profil Iman Rachman, Direktur Utama BEI yang Mundur akibat Dua Hari Trading Halt

Media Indonesia
30/1/2026 10:06
Profil Iman Rachman, Direktur Utama BEI yang Mundur akibat Dua Hari Trading Halt
Iman Rachman(MI/INSI NANTIKA JELITA)

NAMA Iman Rachman terus menjadi sorotan di kalangan pelaku pasar modal, terutama memasuki tahun terakhir masa jabatannya sebagai Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022-2026. Sebagai "nahkoda" pasar saham tanah air, kepemimpinan Iman dinilai krusial dalam menjaga stabilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah dinamika ekonomi global awal tahun 2026 ini.

Iman Rachman bukanlah orang baru di industri keuangan. Sebelum menduduki kursi nomor satu di Gedung Bursa, ia dikenal sebagai bankir investasi dan eksekutif korporasi dengan rekam jejak panjang di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Jejak Karier: Dari Sekuritas hingga Pertamina

Karier Iman Rachman sarat dengan pengalaman di sektor keuangan dan pasar modal. Sebelum dilantik sebagai Dirut BEI pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Juni 2022 lalu, ia sempat menjabat sebagai Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha di PT Pertamina (Persero) sejak 2020.

Keahliannya dalam restrukturisasi dan pendanaan korporasi juga terasah saat ia menjabat sebagai Direktur Keuangan di PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Pelindo II (2016-2020) dan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) pada 2016.

Namun, "DNA" pasar modal Iman sejatinya terbentuk saat ia berkiprah di PT Mandiri Sekuritas. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Investment Banking (2003-2016), posisi yang membuatnya sangat memahami seluk-beluk penawaran umum perdana saham (IPO) dan aksi korporasi emiten.

👤 Biodata Singkat

Nama Lengkap : Iman Rachman
Jabatan : Direktur Utama BEI (2022-2026)
Pendidikan S1 : Ekonomi (Keuangan), Universitas Padjadjaran (1995)
Pendidikan S2 : Master of Business Administration (MBA), Leeds University, UK (1997)

Mundur usai Trading Halt

Memasuki tahun 2026, Iman Rachman menghadapi tantangan untuk menjaga momentum pertumbuhan jumlah investor yang kini didominasi oleh Gen Z dan Milenial, serta meningkatkan likuiditas transaksi harian. Di bawah kepemimpinannya, BEI juga gencar mendorong implementasi Bursa Karbon (IDXCarbon) yang telah diluncurkan pada tahun-tahun sebelumnya sebagai bagian dari komitmen ESG.

Masyarakat kini menanti, apakah strategi Iman di sisa masa jabatannya hingga pertengahan 2026 ini mampu membawa IHSG menembus rekor-rekor baru atau justru fokus pada penguatan fundamental bursa di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Iman Rachman menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya, Jumat (30/1). Ini menyusul anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) yang memicu pembekuan sementara perdagangan saham (trading halt) selama dua hari berturut-turut.

Trading halt pertama terjadi pada Rabu (28/1) setelah IHSG ambruk lebih dari 8% dan jatuh ke kisaran level 7.600. Tekanan berlanjut pada perdagangan Kamis (29/1), ketika IHSG kembali terjun hingga sempat anjlok 10%.

Iman mengatakan, meskipun kondisi pasar mulai membaik pada perdagangan Jumat (30/1), dirinya memutuskan mundur sebagai bentuk tanggung jawab atas gejolak pasar yang terjadi dalam dua hari terakhir.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya