Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Harga Emas Antam Hari Ini 30 Januari 2026: Tembus Rp3,16 Juta, Cek Grafik Tren

Media Indonesia
30/1/2026 08:21
Harga Emas Antam Hari Ini 30 Januari 2026: Tembus Rp3,16 Juta, Cek Grafik Tren
Ilustrasi(ANTARA)

HARGA emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencatatkan rekor kenaikan fantastis pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (30/1/2026). Sentimen ketidakpastian ekonomi global dan pelemahan nilai tukar Mata Uang Rupiah terhadap Dolar AS menjadi pendorong utama lonjakan harga logam mulia di pasar domestik.

Berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia, harga dasar emas Antam ukuran 1 gram hari ini melesat ke level Rp3.168.000. Angka ini naik signifikan dibandingkan perdagangan hari sebelumnya, mempertegas tren bullish yang terjadi sepanjang Januari 2026.

Tabel Harga Emas Antam (Jumat, 30 Januari 2026)

Berikut adalah rincian harga emas batangan Antam di Butik Emas LM (belum termasuk pajak PPh 0,25%):

Berat (Gram) Harga Dasar (Rp)
0,5 gr 1.634.000
1 gr 3.168.000
2 gr 6.276.000
3 gr 9.389.000
5 gr 15.615.000
10 gr 31.175.000
25 gr 77.812.000
50 gr 155.545.000
100 gr 311.012.000

Analisis Tren & Faktor Pemicu

Kenaikan harga emas hari ini tidak berdiri sendiri. Tim Riset Ekonomi Media Indonesia mencatat dua faktor krusial yang mengerek harga:

  • Pelemahan Rupiah: Kurs Mata Uang Rupiah pagi ini terpantau melemah di kisaran Rp16.775 - Rp16.785 per USD. Pelemahan mata uang lokal membuat harga komoditas berbasis Dolar (seperti emas) menjadi lebih mahal saat dikonversi.
  • Rekor Harga Spot Global: Harga emas dunia (XAU/USD) terus merangkak naik mendekati level resisten baru, didorong oleh aksi beli bank sentral negara berkembang yang beralih ke aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik awal tahun 2026.

Bagi investor yang telah memegang emas sejak awal tahun 2025, momentum ini memberikan potensi keuntungan modal (capital gain) yang signifikan. Namun, bagi pembeli baru, disarankan untuk tetap menggunakan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) mengingat harga sudah berada di pucuk tertinggi (all time high).

PENAFIAN: Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya