Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA anomali menghantam pasar modal Indonesia pada perdagangan Selasa (27/1/2026). Di saat harga emas dunia dan domestik mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) baru, saham-saham emiten produsen emas justru "keok berjamaah" di zona merah. Aksi profit taking masif disinyalir menjadi biang kerok rontoknya valuasi emiten tambang di tengah pesta pora komoditas.
Harga emas Antam hari ini terpantau bertengger di level psikologis baru Rp2.916.000 per gram, sementara harga emas dunia di pasar spot sempat menyentuh US$5.110 per troy ons sebelum sedikit terkoreksi. Namun, kilau emas fisik ini gagal menular ke lantai bursa, di mana emiten raksasa seperti MDKA dan ANTM justru memimpin pelemahan.
| Indikator | Harga Terkini | Perubahan Harian | Status |
|---|---|---|---|
| Emas Dunia (Spot) | US$5.084,200 / troy oz | +1,50% | ATH Baru |
| Emas Antam (1 Gram) | Rp2.916.000 | -Rp1.000* | Near ATH |
| Buyback Antam | Rp2.749.000 | -Rp1.000 | Stabil Tinggi |
*Koreksi tipis terjadi intraday setelah sempat menyentuh Rp2.917.000 pada pembukaan. Sumber: Logam Mulia & Trading Economics.
Berbanding terbalik dengan komoditas dasarnya, saham-saham berbasis emas justru mengalami tekanan jual yang signifikan pada sesi I perdagangan hari ini. Para analis menilai fenomena ini sebagai aksi "Sell on News" setelah reli panjang yang terjadi sepanjang pekan lalu akibat ketegangan geopolitik AS-NATO.
| Kode Saham | Emiten | Harga Terakhir | Koreksi (%) |
|---|---|---|---|
| MDKA | Merdeka Copper Gold | Rp3.210 | -6,96% |
| ANTM | Aneka Tambang | Rp4.610 | -3,15% |
| ARCI | Archi Indonesia | Rp1.985 | -2,22% |
| AMMN | Amman Mineral | Rp7.800 | -0,64% |
| BRMS | Bumi Resources Minerals | Rp1.295 | -1,17% |
Selain aksi ambil untung, sentimen makroekonomi turut menekan pasar saham domestik. Nilai tukar Mata Uang Rupiah hari ini ditutup di level Rp16.768 per Dolar AS, menguat tipis namun masih berada di level yang dianggap memberatkan biaya operasional emiten berbasis impor alat berat.
Ketegangan geopolitik global, terutama ancaman tarif dagang 100% dari Presiden AS Donald Trump terhadap Kanada dan ketegangan NATO di Greenland, membuat investor global cenderung memegang aset safe haven fisik (emas batangan) dibandingkan aset berisiko seperti saham pertambangan di emerging market. (Ajaib sekuritas/id tradingview/Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved