Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
TRANSFORMASI yang dijalankan PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, Sub Holding PTPN III (Persero) dipandang tidak hanya menjadi jargon namun dinilai telah masuk pada tahap eksekusi nyata. Danantara Asset Management (DAM) melihat upaya modernisasi bisnis sawit yang dilakukan PalmCo sebagai fondasi penting dalam memperkuat kemandirian pangan, energi, dan kedaulatan ekonomi nasional.
Managing Director Business 2 Danantara Setyanto Hantoro menyampaikan hal itu saat kunjungan kerja perdananya ke PTPN IV Regional III, salah satu entitas PTPN IV PalmCo yang beroperasi di Bumi Lancang Kuning, Riau, Rabu (21/01), di Kebun dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Pagar.
“Transformasi di sektor perkebunan tidak cukup berhenti pada perencanaan. Tapi, konsistensi mengeksekusi perubahan secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir. Ini penting untuk mendukung kemandirian pangan dan energi sekaligus kedaulatan ekonomi,” ujar Setyanto.
Hal senada disampaikan Managing Director Risk Management Danantara Riko Banardi. Ia mengatakan dengan adanya kunjungan kerja ini, maka Danantara bisa mempelajari teknis bisnis sawit terintegrasi PalmCo.
"Bottomline PalmCo sangata jelas. Dampak dan output seperti apa, itu jelas. Kedua, saya bangga mereka bisa menyeimbangkan digitalisasi, mekanisasi, dan manusianya," paparnya.
PalmCo saat ini mengelola lebih dari 600.000 hektare perkebunan sawit nasional. Dalam kunjungan tersebut, manajemen Danantara meninjau langsung rantai bisnis terintegrasi yang dikembangkan PalmCo, mulai dari pembibitan, budidaya, pengolahan, hingga pemanfaatan limbah menjadi sumber energi baru terbarukan.
Sentra pembibitan Kebun Sei Pagar menjadi salah satu dari tujuh sentra pembibitan sawit unggul bersertifikat di Riau. Fasilitas ini menjadi tulang punggung program peremajaan sawit rakyat yang digulirkan sejak 2021. Hingga kini, sekitar 2,56 juta bibit sawit unggul telah disalurkan kepada lebih dari 8.900 petani.
Program tersebut diarahkan untuk memperkecil kesenjangan produktivitas antara kebun rakyat dan perkebunan perusahaan, persoalan struktural yang selama ini membayangi industri sawit nasional. Dalam proses pembibitan, PalmCo memadukan teknologi dan mekanisasi, mulai dari sistem irigasi sprinkle, penggunaan drone sprayer, hingga pengembangan penangkaran serangga penyerbuk elaidobius.
Digitalisasi juga menjadi pilar penting transformasi PalmCo. Sejumlah aplikasi internal seperti Digital Farming dan Agroview dimanfaatkan untuk pengendalian biaya dan peningkatan produktivitas.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa menegaskan transformasi yang berjalan merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
“Sejalan dengan arahan Danantara dan BP BUMN, kami bertumpu pada tiga pilar utama. Yakni, peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, dan keberlanjutan. Ketiganya kami jalankan secara simultan,” pungkasnya. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved