Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN bisnis yang semakin dinamis menuntut pelaku usaha dan perusahaan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan penjualan, tetapi juga pada penguatan merek (brand) sebagai fondasi utama bisnis berkelanjutan. Di tengah persaingan yang kian ketat dan perubahan pasar yang cepat, dibutuhkan pemahaman yang komprehensif mengenai strategi membangun, mengelola, dan mengembangkan brand agar mampu memiliki daya saing yang kuat dan berkelanjutan.
CEO Media Infobrand Group Susilowati Ningsih menjelaskan, memasuki awal 2026, kita berada pada fase penting dalam perjalanan merek lokal Indonesia. "Tahun 2025 menjadi tahun pembuktian bahwa brand lokal tidak lagi sekadar bertahan, tetapi mulai naik kelas, memperluas skala, dan mengambil peran sebagai pemain utama di pasar nasional," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (24/1).
Menjawab tantangan tersebut, Media Infobrand.id dan Info Opportunity.id menggelar Brand Indonesia Summit 2026. Digelar dalam rangkaian Indonesia Brand & Business Opportunity Show (IBOS) EXPO 2026, kegiatan ini dirancang sebagai forum edukatif dan strategis bagi pelaku usaha, brand owner, serta calon mitra bisnis untuk memperkuat brand yang relevan, unggul, dan mampu tumbuh secara berkesinambungan.
Digelar pada Sabtu 17 Januari 2026, Convention Hall Grand Galaxy Park Mall, Bekasi Selatan, Brand Indonesia Summit 2026 menghadirkan para pakar dan praktisi brand nasional melalui sesi seminar dan talkshow inspiratif. Salah satu pakar, Profesor Marketing dan Guru Besar Universitas Prasetiya Mulya, Agus W Soehadi, menekankan bahwa tujuan membangun national brand bukanlah untuk hadir di semua tempat, melainkan cara satu merek mampu memiliki makna dan relevansi yang konsisten di setiap wilayah kehadirannya.
Menurutnya, banyak merek lokal gagal berkembang secara nasional bukan karena produknya kurang baik, melainkan karena pertumbuhan bisnis melaju lebih cepat dibandingkan kekuatan makna merek. "Tujuan membangun national brand bukan untuk ada di mana-mana, tetapi untuk bermakna di setiap tempat. Ekspansi yang tidak dibarengi kesatuan makna brand dan kedisiplinan sistem justru berisiko merusak kepercayaan," ujar Agus. (Ant/I-2)
Tantangan pelaku usaha terkini yaitu cara mengelola kolaborasi tim, komunikasi, dan proses kerja secara efisien dalam satu sistem yang terintegrasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved