Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Forum bertajuk 2026 Indonesian Day Business digelar di Seoul, Korea Selatan, untuk memperkuat kerja sama investasi antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya di sektor manufaktur.
Forum ini diprakarsai PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) bersama KB Kookmin Bank, serta didukung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul. Acara tersebut mempertemukan perwakilan pemerintah, pelaku usaha, dan investor dari kedua negara guna membahas peluang perdagangan, investasi, dan kerja sama lintas batas.
Deputy Chief of Mission KBRI Seoul, Ali Andika Wardhana, hadir bersama Chief of Global Business Group KB Kookmin Bank Lee Jong Min dan Presiden Direktur PT Bank KB Indonesia Tbk Kunardy Darma Lie. Turut hadir perwakilan PT Suryacipta Swadaya sebagai mitra strategis KB Bank, serta perwakilan industri dari sektor kesehatan, teknologi, logistik, kosmetik-farmasi, kendaraan listrik, dan pengelolaan limbah.
Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menunjukkan arus Penanaman Modal Asing (PMA) terus meningkat. Korea Selatan tercatat konsisten berada di lima besar negara investor asal Asia. Sepanjang 2020–2025, realisasi investasi Korea Selatan di Indonesia mencapai US$13,3 miliar.
Vice President Sales, Marketing, and Tenant Relations PT Suryacipta Swadaya, Abednego Purnomo, mengatakan pengembangan infrastruktur menjadi faktor penting dalam menarik investasi manufaktur.
“Selain biaya, investor sangat mempertimbangkan waktu tempuh. Lokasi yang strategis sejak awal menentukan efisiensi logistik,” kata Abednego dalam forum tersebut.
Ia menambahkan, percepatan pembangunan infrastruktur nasional berdampak langsung pada daya saing industri. “Di Jawa Barat, pembangunan jalan tol baru dan Pelabuhan Patimban terbukti meningkatkan efisiensi logistik maritim,” ujarnya.
Menurut Abednego, infrastruktur strategis nasional juga menjadi pendorong pengembangan kawasan industri Subang Smartpolitan. Kawasan ini dikembangkan sebagai kota mandiri terintegrasi dengan konsep “Smart, Green, and Sustainable City” yang ditujukan untuk menarik investasi manufaktur dan komersial. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved