Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Dari Petani hingga Pendidik Bangsa, Begini Pesan Kuat di Wisuda IGI School of Economics Jakarta 2025

Naufal Zuhdi
20/1/2026 18:30
Dari Petani hingga Pendidik Bangsa, Begini Pesan Kuat di Wisuda IGI School of Economics Jakarta 2025
IGI School of Economics Jakarta menyelenggarakan Wisuda Magister Manajemen ke-XV(Dok.IGI )

INTERNATIONAL Golden Institute (IGI School of Economics Jakarta) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan yang berkarakter dan inklusif melalui penyelenggaraan Wisuda Magister Manajemen ke-XV serta Sarjana Manajemen dan Akuntansi ke-XI.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pembina Yayasan Golden Nusantara, Almaraja Limbong, menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Pendidikan, menurutnya, adalah instrumen utama untuk mengubah kehidupan, mengangkat martabat keluarga, serta memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Pada kesempatan tersebut, Almaraja juga menyampaikan salam dan pesan dari pendiri IGI, John Waller Limbong, yang berhalangan hadir karena alasan kesehatan. Ia menegaskan bahwa IGI sejak awal didirikan sebagai lembaga pendidikan yang membuka akses seluas-luasnya bagi mahasiswa berprestasi, khususnya mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Ia juga menyampaikan di balik berdirinya IGI, tersimpan kisah panjang tentang perjuangan hidup Limbong. Ia lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya adalah seorang guru sekolah sekaligus petani, sementara ibunya tidak memiliki kesempatan mengenyam pendidikan formal. Namun, keterbatasan itu tidak menghalanginya menjadi sosok yang tangguh dan cerdas dalam mengelola keuangan keluarga sebagai pedagang pasar.

“Meski tidak bisa membaca dan menulis, ibu saya adalah seorang ekonom sejati,” kata Limbong dikutip dari keterangan tertulis yang diterima, Selasa (20/1).

Dengan dukungan keluarga, Limbong berhasil melanjutkan pendidikan hingga jenjang magister dan doktoral di Amerika Serikat pada era 1970-an. Pengalaman akademik dan internasional tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa pendidikan tidak seharusnya menjadi hak dan kesempatan segelintir orang, melainkan hak setiap individu yang memiliki kemauan dan potensi.

Sekembalinya ke Tanah Air, Limbong merasakan panggilan moral dan spiritual untuk berkontribusi lebih luas bagi bangsa. Dari kegelisahan itu, pada 1993, ia mendirikan International Golden Institute (IGI School of Economics Jakarta).

Selama lebih dari tiga dekade, IGI Jakarta telah menyalurkan ribuan beasiswa dan melahirkan lulusan yang berkiprah di berbagai bidang. Baginya, pendidikan bukan sekadar tentang gelar dan jabatan, melainkan tentang nilai, karakter, dan dampak sosial yang dihasilkan.

Nilai-nilai tersebut kembali ditekankan dalam wisuda tahun ini. Para lulusan didorong untuk menjunjung tinggi integritas, inovasi, kolaborasi, serta semangat pembelajaran sepanjang hayat. Di tengah tantangan transformasi digital dan persaingan global, lulusan manajemen dan akuntansi diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berempati dan bertanggungjawab.

Sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, Yayasan Golden Nusantara dan IGI Jakarta juga terus mendorong transformasi kelembagaan IGI menuju institut hingga universitas, disertai peningkatan kualitas sumber daya manusia, program studi, serta sarana pendidikan. Komitmen terhadap pendidikan inklusif diwujudkan melalui Golden Scholarship Programme (GSP) dan Alumni IGI Mulia (AIM), yang membuka kesempatan belajar berkelanjutan bagi generasi muda.

Menutup sambutannya, Almaraja Limbong mengajak para wisudawan untuk kembali ke masyarakat dengan semangat pengabdian dan menjadikan ilmu sebagai cahaya dalam setiap langkah kehidupan, sebagaimana nilai yang diwariskan John Waller Limbong, sejak awal berdirinya IGI School of Economics Jakarta. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya