Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

RDMP Balikpapan Jadi Momentum Strategis Reintegrasikan Pertamina

Cahya Mulyana
13/1/2026 18:20
RDMP Balikpapan Jadi Momentum Strategis Reintegrasikan Pertamina
RDMP Balikpapan.(dok.istimewa)

PERESMIAN refinery development master plan (RDMP) Balikpapan oleh Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai momentum strategis yang sejalan dengan perjuangan FSPPB untuk mengembalikan Pertamina sebagai perusahaan energi nasional yang terintegrasi penuh dari hulu hingga hilir.

Penggunaan istilah infrastruktur energi terintegrasi dalam peresmian RDMP Balikpapan bukan sekadar penamaan proyek, melainkan mencerminkan arah kebijakan strategis pengelolaan energi nasional yang harus terintegrasi. Integrasi rantai nilai energi dipandang sebagai kunci utama dalam memperkuat ketahanan dan mewujudkan swasembada energi Indonesia.

Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dengan nilai investasi sekitar US$7,4 miliar ini secara signifikan meningkatkan kapasitas Kilang Balikpapan dari 260 ribu barel per hari (bph) menjadi 360 ribu bph. Peningkatan kapasitas ini memperkuat struktur industri pengolahan nasional yang terhubung langsung dengan sektor hulu, hilir, serta industri petrokimia.

Beroperasinya Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex menjadi bukti nyata terwujudnya infrastruktur energi terintegrasi. Fasilitas ini memungkinkan residu minyak diolah menjadi BBM berkualitas Euro 5 yang lebih bersih dan rendah emisi, sekaligus menghasilkan LPG, propylene, sulfur, serta produk petrokimia bernilai tambah tinggi. Dampak langsungnya adalah penguatan pasokan energi nasional, pengurangan ketergantungan impor, serta peningkatan nilai tambah di dalam negeri.

Dari sisi kinerja, peningkatan Nelson Complexity Index (NCI) dari 3,7 menjadi 8,0 serta Yield Valuable Product (YVP) dari 75,3% menjadi 91,8% menegaskan bahwa kilang terintegrasi merupakan fondasi utama efisiensi, daya saing, dan keberlanjutan industri energi nasional.

Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Arie Gumilar menyatakan bahwa harapan besar yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Simon Aloysius tersebut hanya dapat diwujudkan secara nyata dengan prasyarat utama: mengembalikan kekuatan Pertamina menjadi terintegrasi penuh dari hulu ke hilir.

Menurut dia, FSPPB mendesak agar Pertamina disatukan kembali dari bentuk holding-subholding saat ini yang terbukti tidak efisien dan menciptakan tumpang tindih menjadi bentuk terintegrasi dalam struktur satu kesatuan National Oil Company (NOC) yang solid di bawah kepemimpinan langsung Presiden RI Bapak Prabowo.

"RDMP Balikpapan membuktikan bahwa integrasi bukan sekadar konsep, tetapi kebutuhan strategis bangsa. Infrastruktur energi terintegrasi hanya akan optimal jika dikelola oleh Pertamina yang terintegrasi secara utuh, dengan arah kebijakan tunggal di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia," tegas paparnya dalam keterangan resmi, Selasa (13/1).

Melalui momentum bersejarah ini, lanjut dia, FSPPB menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan reintegrasi Pertamina dari hulu ke hilir, demi tercapainya ketahanan dan swasembada energi nasional, hilirisasi bernilai tambah tinggi, serta pengelolaan energi yang berkeadilan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Dalam peresmian itu, Prabowo dalam amanatnya menaruh harapan besar agar Pertamina kembali pada fungsi strategisnya bagi negara. "Pertamina yang sebagai national champion kebanggaan bangsa harus mampu kembali menjadi Agent of Change, Agent of Development, dan Agent of Modernization," tegas Presiden Prabowo.

Momentum penting ini semakin diperkuat oleh komitmen para pemimpin bangsa mengenai masa depan Pertamina. Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius, dalam sambutannya menegaskan peran vital perusahaan. "Pertamina harus menjadi sokoguru dalam mewujudkan swasembada energi nasional," ujar Simon Aloysius. (Cah/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik