Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Mengenal RDMP Balikpapan yang Disebut ‘Dapur Energi’ Raksasa

Ihfa Firdausya
12/1/2026 15:41
Mengenal RDMP Balikpapan yang Disebut ‘Dapur Energi’ Raksasa
Ilustrasi(Dok Pertamina)

PROYEK Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan diresmikan Presiden Prabowo Subianto, Senin (12/1). Proyek tersebut adalah sebuah ekosistem energi canggih yang dirancang PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui anak usahanya, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB). Tujuannya adalah untuk mewujudkan swasembada energi nasional.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyampaikan RDMP Balikpapan bukan hanya tentang membangun kilang, melainkan juga tentang membangun kedaulatan. “Dengan infrastruktur yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, kita memastikan energi yang dikonsumsi masyarakat adalah hasil keringat bangsa sendiri," kata Baron dalam keterangannya, Senin (12/1).

Pertamina mengibaratkan cara kerja infrastruktur ini seperti sebuah ‘dapur raksasa’ modern. Sebuah dapur tidak hanya butuh kompor, tapi juga butuh pipa kokoh untuk mengalirkan gas yang stabil, gudang penyimpanan bahan baku yang luas, hingga sistem distribusi masakan yang efisien.

Agar kilang bisa memasak minyak mentah dengan lebih efisien, ia membutuhkan energi panas yang besar. Pipa Gas Senipah-Balikpapan sepanjang 78 km berfungsi sebagai ‘selang gas’ yang mengalirkan energi ke dalam kilang.

Dengan kapasitas alir 125 MMSCFD, infrastruktur ini memastikan ‘kompor’ kilang tetap menyala stabil untuk mengolah minyak tanpa henti.

Sebelum dimasak, bahan baku (minyak mentah) harus didatangkan dan disimpan. Di perairan Kabupaten Penajam Paser Utara, Pertamina membangun infrastruktur penerimaan minyak mentah.

Itu adalah sebuah dermaga terapung yang kokoh sebagai sarana tambat di tengah laut atau Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 320.000 Dead Weight Ton (DWT). Ia mampu menerima Very Large Crude Carrier (VLCC), kapal pengangkut minyak mentah berukuran raksasa.

Masih dari Lawe-Lawe, Pertamina juga membangun dua tangki raksasa dengan kapasitas masing-masing 1 juta barel sebagai ‘gudang’ bahan baku. Dua tangki tersebut menambah total cadangan penyimpanan menjadi 7,6 juta barel.

Hal itu ibarat memiliki gudang bahan makanan yang sangat besar, sehingga stok ‘masakan’ untuk nasional selalu aman. Tangki dan SPM Lawe-Lawe dihubungkan melalui pipa sepanjang sekitar 20 kilometer yang membentang di darat dan bawah laut.

Selanjutnya, meracik bahan baku menjadi hidangan menarik adalah tugas dari koki. Inilah peran fasilitas Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC).

Dengan kapasitas yang ditingkatkan menjadi 360 ribu barel minyak per hari, CDU sebagai jantung dari Kilang Balikpapan kini bisa mengolah minyak lebih banyak dari sebelumnya yang hanya 260 ribu barel.

Sementara itu, unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) bertindak sebagai ‘koki ahli’ yang mampu mengubah residu sisa olahan menjadi produk yang bernilai tinggi.

Sebagai koki, CDU dan RFCC serta unit produksi lainnya Kilang Balikpapan merupakan koki canggih yang serba bisa, memasak bahan baku menjadi berbagai variasi ‘makanan’ berkualitas tinggi. Sebut saja BBM Gasoline, Diesel dan Avtur dengan standar EURO V yang ramah lingkungan, LPG, serta produk Petrokimia turunan lainnya seperti Propylene dan sulfur.

Setelah BBM selesai diproduksi, selanjutnya akan dikirimkan ke masyarakat. Terminal BBM Tanjung Batu dengan kapasitas 125 ribu KL berfungsi sebagai salah satu titik distribusi ‘masakan’ yang dihasilkan dari Kilang Balikpapan.

Seluruh infrastruktur di atas saling menunjang satu dengan yang lain. Tanpa pipa gas, kilang tidak efisien. Tanpa sarana tambat Lawe-Lawe, kilang tidak bisa menerima bahan baku dalam jumlah besar. Tanpa tangki raksasa, cadangan bahan baku akan menjadi terbatas.

Keharmonisan sistem ini memberikan dampak nyata berupa pengurangan impor BBM, yang juga disebut akan memberikan manfaat pada penghematan devisa dan mendukung swasembada energi nasional. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya