Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Strategi Perbankan Syariah untuk Percepat Pembangunan Berkelanjutan

Insi Nantika Jelita
08/1/2026 15:56
Strategi Perbankan Syariah untuk Percepat Pembangunan Berkelanjutan
Sidang disertasi Suprianto pada Program Studi Kajian Stratejik dan Global, SPPB-UI(Dok.Istimewa)

UPAYA menghubungkan gagasan pembangunan berkelanjutan dengan praktik nyata di sektor keuangan kembali menjadi sorotan dunia akademik. Hal tersebut tercermin dalam sidang disertasi Suprianto pada Program Studi Kajian Stratejik dan Global, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB-UI), Jakarta, Senin (6/1).

Disertasi berjudul Toolkit Kebijakan dan Strategi Perbankan Syariah dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia, menawarkan kerangka strategis yang dinilai relevan dalam menjawab tantangan pembangunan nasional ke depan, khususnya pada sektor keuangan syariah.

Dalam pemaparannya, Suprianto menyoroti masih lebarnya jarak antara agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) dan capaian nyata Indonesia, terutama di sektor keuangan syariah. 

"Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia. Namun, berbagai indeks dan indikator keuangan berkelanjutan menunjukkan masih perlunya peningkatan yang signifikan," ujar Suprianto dalam keterangan resmi.

Menurutnya, di sinilah perbankan syariah dapat mengambil peran strategis, bukan hanya sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai motor transformasi sosial dan ekonomi.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan integrasi metode TOWS, Policy Delphi, dan Interpretative Structural Modelling (ISM). Kerangka teorinya bersifat multidisipliner, menempatkan teori pembangunan sebagai grand theory, teori keuangan dan ekonomi pembangunan sebagai middle theory, serta kebijakan publik, perbankan, dan keuangan berkelanjutan sebagai applied theory. Seluruh pendekatan tersebut diselaraskan dengan Islamic Worldview agar sesuai dengan konteks Indonesia.

KEBIJAKAN TERSEDIA
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sejatinya telah tersedia dan didorong oleh para pemangku kepentingan utama, seperti Bappenas, Otoritas Jasa Keuangan, dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah. Namun, dukungan tersebut dinilai masih membutuhkan perangkat operasional yang sistemik dan adaptif agar dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat perbankan.

Untuk menjawab kebutuhan itu, Suprianto merumuskan sebuah toolkit kebijakan dan strategi perbankan syariah yang terdiri dari tiga elemen utama, yakni Prinsip Acuan (Kemitraan, Keterlibatan, dan Keselarasan), Struktur Toolkit, serta Langkah Implementasi. Toolkit ini diposisikan tidak hanya sebagai pedoman kebijakan, tetapi juga sebagai proposisi bisnis yang berpotensi meningkatkan nilai dan daya saing bank syariah.

Lebih lanjut, disertasi ini memperkenalkan Model Lingkaran Pertumbuhan Berdampak (The Ring of Impactful Growth Model). Model tersebut diklaim mampu melengkapi keterbatasan model pembangunan berkelanjutan global seperti Doughnut Economics, dengan menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, dampak sosial, dan keberlanjutan lingkungan dalam kerangka keuangan syariah.

RELEVANSI STRATEGIS
Sekretaris Program Studi Doktor SPPB-UI, Muhammad Reza Rustam, menilai disertasi ini memiliki relevansi strategis bagi pembuat kebijakan dan industri jasa keuangan nasional.

Penelitian ini dinilai dapat menjadi rujukan strategis bagi pembuat kebijakan dan industri jasa keuangan dalam menghadapi Dekade Aksi pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. 

"Lebih dari sekadar karya akademik, disertasi ini menegaskan bahwa masa depan pembangunan berkelanjutan Indonesia sangat bergantung pada keberanian menyatukan nilai, strategi, dan kebijakan dalam praktik nyata sektor keuangan,” pungkasnya. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya