Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Kontainer Durian Beku Indonesia Tiba di Tiongkok, Perkuat Akses Pasar Buah ASEAN

Syarief Oebaidillah
07/1/2026 21:09
Kontainer Durian Beku Indonesia  Tiba di Tiongkok, Perkuat Akses Pasar Buah ASEAN
Ilustrasi(Dok Istimewa)

KONTAINER durian beku asal Indonesia yang sebelumnya telah memperoleh persetujuan dan dilepas oleh Badan Karantina Indonesia kini telah tiba di Qinzhou, Guangxi, Republik Rakyat Tiongkok, Senin.(5/1). Kedatangan ini menandai dimulainya distribusi langsung durian beku Indonesia ke pasar Tiongkok melalui jalur transportasi laut, sekaligus menjadi tonggak penting dalam penguatan kerja sama perdagangan pertanian antara Indonesia dan Tiongkok.

 Budihansyah  ,Konselor Perdagangan Kedutaan Besar Republik Indonesia ( KBRI) di Tiongkok, Aditya Pradewo ,Sekretaris Jenderal Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia, Chen Jing'en ,Wakil Walikota Qinzhou, dan Xie Donggang ,Inspektur Tingkat Dua Komite Manajemen Kawasan Industri Tiongkok-Malaysia Qinzhou, turut hadir dalam upacara tersebut.

Setibanya di Pelabuhan Qinzhou, kontainer durian beku tersebut diproses sesuai dengan ketentuan kepabeanan dan pengawasan karantina yang berlaku di Tiongkok. Proses ini merupakan implementasi dari protokol karantina ekspor durian beku yang telah disepakati secara resmi antara otoritas kedua negara, sebagai hasil dari konsultasi teknis dan kerja sama bilateral yang intensif dalam beberapa tahun terakhir.

Ekspor ini mencerminkan kepercayaan otoritas Tiongkok terhadap sistem karantina dan jaminan mutu produk pertanian Indonesia. Melalui penerapan sistem ketertelusuran penuh, durian beku Indonesia dipastikan memenuhi standar keamanan pangan, kesehatan tumbuhan, dan kualitas produk sesuai dengan persyaratan pasar Tiongkok. 

Kedatangan kontainer durian beku Indonesia juga mendukung pengembangan Pusat Perdagangan Buah Tiongkok–ASEAN (Qinzhou), yang saat ini menjadi salah satu simpul logistik utama bagi perdagangan buah buahan dari kawasan Asia Tenggara. Kawasan ini didukung oleh layanan kepabeanan cepat serta fasilitas pemeriksaan dan pengujian yang terintegrasi di pelabuhan, sehingga mempercepat arus masuk produk pertanian impor.

Dengan dukungan infrastruktur pelabuhan, kawasan berikat, serta jaringan logistik laut dan kereta barang yang terhubung hingga wilayah pedalaman Tiongkok, durian beku Indonesia memiliki akses distribusi yang semakin luas dan efisien. Hal ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok produk hortikultura bernilai tambah, tetapi juga membuka peluang perluasan pasar ke berbagai wilayah strategis di Tiongkok.

"Kedutaan Besar Republik Indonesia siap membantu dan ingin membawa lebih banyak produk Indonesia berkualitas ke Tiongkok. Kami senang untuk berdiskusi, berbagi informasi, dan menghubungkan orang-orang. Kami mengundang bisnis dan mitra Tiongkok untuk bekerja sama dengan kami. Mari kita bangun hubungan yang kuat, saling membantu, dan menciptakan perdagangan yang lebih sukses bersama"kata ,Konselor Perdagangan KBRI di Tiongkok),Budihansyah dalam keterangan resminya hari ini

Dikatakan,capaian ini menegaskan bahwa ekspor durian Indonesia telah memasuki tahap implementasi nyata, didukung oleh sinergi kebijakan pemerintah, kerja sama internasional, serta kesiapan sistem karantina dan logistik. Ke depan, keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi pijakan bagi peningkatan ekspor produk pertanian Indonesia lainnya ke pasar global.

Diperkirakan pada tahun 2025, Pelabuhan Qinzhou sebagai pelabuhan gerbang internasional Koridor Baru Darat–Laut Barat, telah mengoperasikan 44 rute pelayaran menuju negara-negara ASEAN. Rute tersebut mencakup pelabuhan-pelabuhan utama di kawasan sentra produksi buah Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, Kamboja, Malaysia, dan Indonesia.

Lebih lanjut, pada tahun 2026, dengan dibukanya Terusan Pinglu secara resmi, Pelabuhan Qinzhou diproyeksikan menjadi jalur akses laut paling strategis bagi wilayah barat daya Tiongkok. Pembukaan terusan tersebut diperkirakan akan menurunkan biaya logistik produk pertanian dari Indonesia, bahkan dari kawasan ASEAN secara keseluruhan, yaitu hingga 30 persen.

"Capaian ini menunjukkan ekspor durian Indonesia tidak lagi sekadar potensi, melainkan telah memasuki fase realisasi dan perluasan pasar, dengan dukungan pemerintah, kemitraan internasional, serta peran aktif perusahaan nasional," pungkas Budihansyah.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya