Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DI sudut Kota Tarakan, seorang wanita bernama Cudarsiah telah menorehkan kisah inspiratif dalam perjuangannya menghadirkan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal dan rentan. Keyakinannya negara hadir untuk melindungi para pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan membuatnya tak pernah lelah menyosialisasikan program ini kepada masyarakat, bahkan hingga ke pelosok-pelosok.
Bagi Cudarsiah, jaminan sosial ketenagakerjaan bukan hanya sekadar program biasa, tetapi juga bentuk perlindungan yang dapat menyelamatkan kehidupan banyak pekerja dan keluarganya. “Ini program baik, manfaatnya besar. Seluruh pekerja, apapun profesinya, bisa mendapatkan perlindungan. Risiko pekerjaan bisa membuat mereka kehilangan pekerjaan, bahkan nyawa, yang tentu saja berdampak pada kondisi ekonomi dan sosial keluarga mereka,” tutur wanita yang saat ini berusia 52 tahun itu.
Sejak 2016, Cudarsiah tanpa lelah mendatangi warga untuk menjelaskan manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Tidak jarang, ia harus mengulang-ulang penjelasannya agar masyarakat benar-benar memahami pentingnya perlindungan ini. Dengan sabar, ia menjelaskan betapa program ini dapat menjadi penyelamat bagi banyak keluarga di saat terjadi musibah.
“Saya melakukan sosialisasi di mana pun berada. Saya membawa bukti-bukti nyata di handphone saya, menunjukkan foto-foto warga yang telah menerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan, saya tidak segan untuk berulang kali mendatangi mereka yang belum mendaftar, memastikan mereka memiliki jaminan di hidupnya,” ungkapnya.
Tak hanya berhenti di sosialisasi, Cudarsiah juga menyiapkan buku saku untuk mengingatkan warga agar rutin membayar iuran setiap bulan. Ia memahami banyak pekerja informal dan rentan yang kesulitan membayar iuran secara konsisten karena pendapatan mereka yang tidak menentu. Hal inilah yang mendorongnya berharap agar pemerintah dapat mengalokasikan subsidi bagi pekerja miskin agar mereka bisa merasakan perlindungan sosial tanpa beban.
Bagi Cudarsiah, tantangan terbesar bukan hanya pada sosialisasi, tetapi juga meyakinkan masyarakat bahwa membayar iuran adalah investasi bagi masa depan mereka sendiri. Banyak yang awalnya ragu dan merasa tidak perlu, namun setelah melihat sendiri manfaatnya, mereka akhirnya sadar bahwa program ini sangat penting.
Ketulusan dan kegigihannya dalam mengedukasi masyarakat membuahkan hasil. Hingga kini, lebih dari 2.403 pekerja telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan berkat usahanya. Popularitasnya di tengah masyarakat pun semakin meningkat, hingga ia dijuluki ‘Ibu BPJS’ oleh warga di lingkungannya.
Kepercayaan masyarakat yang besar terhadapnya akhirnya mengantarkannya ke dunia politik. Pada tahun 2024, ia terpilih sebagai Anggota DPRD Kota Tarakan untuk periode 2024-2029. Jabatan ini tidak hanya menjadi penghargaan atas kerja kerasnya, tetapi juga membuka kesempatan lebih luas baginya untuk terus memperjuangkan jaminan sosial bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, amanah besar diberikan kepada saya. Kini, saya memiliki ruang lebih luas untuk menyampaikan informasi ini kepada masyarakat. Saya ingin memastikan bahwa semua pekerja, terutama yang rentan, bisa merasakan manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
Menjadi Anggota DPRD juga memberikan peluang bagi Cudarsiah untuk mengusulkan berbagai kebijakan yang mendukung pekerja informal dan rentan. Ia berharap bisa mendorong kebijakan subsidi iuran bagi pekerja dengan penghasilan tidak tetap sehingga mereka tetap bisa mendapatkan perlindungan sosial tanpa harus khawatir dengan biaya iuran.
Cudarsiah mengapresiasi peningkatan layanan BPJS Ketenagakerjaan yang semakin baik dari tahun ke tahun. Ia melihat bagaimana petugas BPJS Ketenagakerjaan semakin sigap dalam membantu pekerja yang membutuhkan layanan mereka. Dengan pelayanan yang cepat dan profesional, masyarakat tidak lagi merasa kesulitan ketika harus mengurus klaim jaminan mereka.
Namun, perjuangan Cudarsiah tidak berhenti sampai di sini. Ia masih terus mendatangi warga, berbicara dari hati ke hati, dan meyakinkan mereka bahwa program ini adalah bentuk perlindungan nyata bagi pekerja dan keluarganya. Ia juga terus berusaha agar semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
Dengan semangat “Kerja Keras Bebas Cemas”, Cudarsiah berharap bahwa ke depannya, lebih banyak pekerja yang bisa menikmati perlindungan sosial ketenagakerjaan tanpa harus terbebani biaya iuran. Baginya, perjuangan belum berakhir. Selama masih ada pekerja yang belum terlindungi, ia akan terus bergerak, mengetuk pintu-pintu rumah, dan memastikan bahwa setiap pekerja mendapatkan haknya untuk bekerja dengan rasa aman dan tenang.
Kini, sebagai seorang legislator, ia semakin yakin bahwa perubahan nyata bisa dilakukan. Ia percaya bahwa dengan kebijakan yang tepat dan edukasi yang terus-menerus, kesejahteraan pekerja Indonesia dapat lebih terjamin. Perjalanannya belum usai, tetapi satu hal yang pasti: perjuangan Cudarsiah tidak akan berhenti di sini. (RO/Z-2)
Hasil pemeriksaan kesehatan pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Pramono Anung-Rano Karno akan diumumkan pada Sabtu (31/8/2024).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved