Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Perkumpulan Usaha Air Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) Selasa (16/12) secara resmi dideklarasikan sebagai asosiasi resmi bagi pelaku industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Tanah Air. Deklarasi ini menandai tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan sektor AMDK, di tengah pertumbuhan pesat industri yang menjadi pilar utama dalam sektor makanan dan minuman nasional.
Industri AMDK di Indonesia saat ini mengalami ekspansi signifikan, dengan nilai pasar mencapai puluhan triliun rupiah per tahun dan pertumbuhan tahunan rata-rata 5-8%. Dimulai pada tahun 1973, hanya ada satu pabrik dengan kapasitas 6 juta liter per tahun. Kondisi ini terus berkembang hingga saat ini terdapat 707 pabrik dengan lebih dari 2.000 merek, dan total kapasitas produksi hingga 47 miliar liter per tahun.
Sektor ini menyerap hingga 46.000 tenaga kerja langsung dan berkontribusi pada ekspor makanan dan minuman, dengan tingkat utilisasi di atas 70% selama lima tahun terakhir.
Didorong oleh pertambahan penduduk, urbanisasi, perubahan gaya hidup, dan kesadaran kesehatan masyarakat, AMDK menjadi solusi utama untuk hidrasi aman dan higienis, terutama di segmen air mineral, air mineral alami, dan air demineral sesuai regulasi BPOM.
Meski demikian, industri AMDK menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks, termasuk implementasi SNI wajib, persepsi publik terkait pengelolaan sumber daya air, regulasi migrasi BPA pada kemasan, ketidaksinkronan regulasi pusat-daerah, pengelolaan sampah kemasan, penerapan Extended Producer Responsibility (EPR) yang inklusif, pajak air serta kompetisi ketat di pasar. Industri AMDK juga menuntut adaptasi terhadap tren seperti penerapan ekonomi sirkular, digitalisasi, dan sertifikasi halal.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Terpilih Amdatara, Karyanto Wibowo menjelaskan Amdatara berdiri sebagai respons terhadap kebutuhan akan wadah resmi yang menyatukan pelaku industri untuk menghadapi dinamika tersebut.
RUMAH INDUSTRI AMDK
Sebagai "rumah bagi industri AMDK yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan", Amdatara bertujuan membangun kolaborasi solid, memastikan kepatuhan regulasi, dan mendorong inovasi untuk menjaga kualitas produk serta kontribusi positif terhadap lingkungan dan masyarakat.”
Karyanto menambahkan bahwa ke depan, Amdatara akan berperan sebagai platform kolaborasi antar anggota, advokasi kebijakan dengan pemerintah, edukasi publik tentang hidrasi sehat, sumber daya air pengelolaan sampah kemasan, standardisasi kualitas melalui SNI dan sertifikasi, serta penguatan investasi. Amdatara berkomitmen mendukung transformasi industri menuju era 4.0, penerapan teknologi ramah lingkungan, dan sinergi lintas sektor untuk pertumbuhan ekonomi nasional.
Deklarasi Amdatara dihadiri oleh puluhan perwakilan anggota dari seluruh Indonesia, termasuk perwakilan dari Sumatra Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara serta beberapa daerah lain di Indonesia yang hadir melalui kanal online.
EFEK GANDA INDUSTRI AMDK
Dalam sambutan pembukanya, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar di Direktorat Jenderal Industri Agro, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Merrijantij Punguan Pitaria, mengatakan efek ganda keberadaan industri AMDK sangat luas dan berdampak positif terhadap tumbuhnya sektor perekonomian lainnya seperti jasa transportasi, penjualan retail, dan industri pendukung lainnya. "Kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada para pelaku usaha industri AMDK yang telah ikut berperan serta mengembangkan sektor industri minuman,” ujarnya.
“Asosiasi memiliki peran strategis dalam menyinergikan pelaku industri dengan kebijakan pemerintah. Melalui kolaborasi yang konsisten, kita dapat mendorong transformasi menuju industri yang berkelanjutan, berdaya saing, dan memberi manfaat bagi masyarakat," tambah Merrijantij.
Dalam acara tersebut, Karyanto Wibowo terpilih sebagai Ketua Umum Amdatara, sementara Brigjen. (Purn.) Drs. Manahan Daulay, ditunjuk sebagai Dewan Pengawas. Deklarasi juga dihadiri oleh perwakilan pemerintah lintas kementerian, asosiasi, dan mitra strategis lainnya, menunjukkan dukungan luas terhadap inisiatif ini.
DEWAN PAKAR
Amdatara turut mengangkat Dewan Pakar yang terdiri dari pakar ternama yakni ahli air tanah dari Departemen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada; Heru Hendrayana, Diana Sunardi, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sebagai ahli hidrasi; Nugraha Edhi Suyatma, dari Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor sebagai ahli kemasan pangan; serta Ahmad Sulaeman, M.S dari Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor sebagai ahli nutrisi.
Selain itu, Amdatara memberikan penghargaan sebagai Anggota Kehormatan kepada Pris Polly Lengkong, Ketua Umum Ikatan Pemulung Indonesia, dan Erik Garnadi, Ketua Umum Asosiasi Depot Air Minum Isi Ulang Indonesia (ASDAMINDO), atas kontribusi mereka dalam mendukung ekosistem industri air minum kemasan di Indonesia.
"Kami yakin Amdatara akan menjadi katalisator bagi kemajuan industri AMDK, dengan fokus pada kolaborasi, integritas, dan keberlanjutan. Bersama, kita dapat mengatasi tantangan dan membangun masa depan yang lebih sehat bagi masyarakat Indonesia", tutup Karyanto. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved