Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Prospek 2026: Emas dan Saham Menguat, Energi Tertekan

Insi Nantika Jelita
15/12/2025 15:51
Prospek 2026: Emas dan Saham Menguat, Energi Tertekan
Direktur Utama Valbury Nino Limantara(Dok Valbury)

PERUSAHAAN jasa keuangan, Valbury Asia Futures memperkirakan logam mulia seperti perak (XAGUSD) dan emas (XAUUSD) akan mencatat kenaikan tambahan signifikan pada 2026.

Indeks saham utama seperti Nasdaq (NQ), IHSG, dan S&P juga bisa mencatat pertumbuhan positif di atas 9%, dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) mencapai rekor tertinggi di sekitar 8.394 di tahun depan. Ini menunjukkan performa pasar modal Indonesia akan semakin kuat.

Sementara, sektor energi seperti minyak (CLR) mungkin akan mengalami penurunan, demikian juga AUDUSD dan indeks Nikkei (NIK) diperkirakan turun. 

"Sebagian besar mata uang utama bergerak terbatas, menandakan dominasi penguatan logam mulia dan indeks saham, serta tekanan di sektor energi dan beberapa mata uang," ujar Direktur Utama Valbury Nino Limantara dalam keterangan resmi. 

Valbury menilai 2026 akan menjadi periode transisi strategis di pasar global. Setelah tiga tahun kebijakan suku bunga tinggi, sejumlah bank sentral utama termasuk Federal Reserve dan Bank of England diproyeksikan mulai menurunkan suku bunga secara bertahap pada paruh kedua 2026.

Langkah tersebut diharapkan mendorong likuiditas pasar dan membuka peluang pertumbuhan baru bagi aset-aset, seperti forex, indeks saham, dan komoditas.

Di Indonesia, pertumbuhan ekonomi diperkirakan stabil di kisaran 5,1–5,3% di 2926, dengan peningkatan minat masyarakat terhadap investasi digital dan perdagangan aset global. Dari data Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan jumlah investor ritel di sektor derivatif dan berjangka terus meningkat, sejalan dengan perluasan akses informasi dan platform online trading.

Research & Education Valbury mengungkapkan, transisi kebijakan global ini akan menciptakan dinamika harga yang menarik, terutama di aset forex dan emas. Trader yang lebih siap dengan strategi serta manajemen risiko akan mendapatkan peluang keuntungan yang lebih besar di tengah volatilitas.

Di satu sisi Valbury menyiapkan empat strategi utama untuk menghadapi tahun 2026. Yakni, pengembangan fitur trading termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan untuk aktivitas trading yang lebih praktis, penambahan produk untuk memberikan pilihan diversifikasi asset yang lebih luas, memperluas jangkauan edukasi melalui kerja sama semua pihak terkait, lembaga serta komunitas, serta membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah berbasis insight dan kebutuhan personal.

“Kami ingin menjadikan 2026 sebagai tahun di mana teknologi, edukasi, dan kepercayaan berjalan beriringan. Dengan strategi tersebut kami optimistis peningkatan nasabah baru sebesar 25%, dan transaksi naik 50%,” ungkap Nino. (E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya