Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Haluan Digital Agency Kukuhkan Diri sebagai Agency TikTok Shop Teratas di Indonesia

 Gana Buana
12/12/2025 16:19
Haluan Digital Agency Kukuhkan Diri sebagai Agency TikTok Shop Teratas di Indonesia
CEO Haluan Digital Agency Brian Bastara Putra, sedang menjadi pembicara di sebuah seminar beberapa waktu lalu.(Dok. HDA)

Peta persaingan e-commerce dan live commerce di Indonesia semakin sengit. Di tengah dinamika pasar yang kian kompetitif, Haluan Digital Agency (HDA) kembali menunjukkan kelasnya dengan mempertahankan posisi terdepan.

Berdasarkan laporan resmi TikTok Shop by Tokopedia periode November 2025, HDA kembali tercatat sebagai MCN (Multi-Channel Network) peringkat nomor satu secara nasional. Capaian ini menegaskan bahwa performa HDA bukan sekadar “panen” momentum musiman, melainkan hasil dari strategi yang dibangun rapi dan konsisten.

Performa Stabil di Musim Paling Padat

Kinerja HDA terlihat dari nilai transaksi bersih (GMV) yang tetap berada di level tertinggi, sekaligus dominasi dalam berbagai kampanye brand di sejumlah kategori utama. Bahkan pada periode belanja akhir tahun, yang dikenal sebagai fase paling padat dan penuh tekanan, HDA mampu menjaga performa tanpa fluktuasi ekstrem.

Pencapaian tersebut sejalan dengan arah pertumbuhan industri global. Data FastMoss memproyeksikan pasar social commerce dunia akan melampaui US$300 miliar dalam beberapa tahun mendatang, menjadikannya salah satu sektor dengan laju pertumbuhan tercepat di ekonomi digital.

Indonesia sendiri berada pada posisi strategis. Riset Google, Bain, dan Temasek memperkirakan ekonomi digital Indonesia menuju US$100 miliar pada 2025, dengan pertumbuhan sekitar 14% year-on-year, melampaui proyeksi awal.

Ekspansi Lintas Platform, Bukan Sekadar Bertahan

Dalam lanskap ini, dominasi HDA semakin terasa relevan. Saat banyak MCN lain masih berusaha mencari konsistensi, HDA justru berhasil mempertahankan puncak sejak beberapa bulan terakhir di TikTok Shop by Tokopedia, memimpin di Shopee, dan mulai memperluas pijakan ke YouTube MCN.

Keunggulan tersebut semakin kuat karena HDA memimpin pada tiga kategori yang paling “panas” dan kompetitif: Beauty, Home & Living, serta Elektronik.

Salah satu fondasi utama konsistensi HDA ada pada skala ekosistemnya yang besar namun tertata. Saat ini, HDA menaungi lebih dari 5.000 kreator aktif yang diinkubasi secara sistematis, serta mengelola kemitraan dengan lebih dari 250 brand lokal maupun internasional. Skala ini menempatkan HDA sebagai salah satu ekosistem kreator terbesar dan paling terorganisir di Asia Tenggara.

Di era ketika kepercayaan kreator menjadi “mata uang” utama, dan jalur penjualan bergeser dari etalase toko ke layar ponsel, HDA mengedepankan presisi alih-alih sekadar volume. Mereka mengusung pendekatan data-driven monetization, memastikan setiap aktivitas kreator dan brand diarahkan pada konversi yang terukur, bukan hanya mengejar traffic atau viral semata.

CEO Haluan Digital Agency, Brian Putra Bastara, menilai mempertahankan posisi puncak justru merupakan tantangan yang lebih berat dibanding saat merebutnya.

“November ini membuktikan bahwa ekosistem berbasis data yang kami bangun bukan hanya efektif, tetapi juga tahan menghadapi tekanan kompetisi. Ini menjadi fondasi untuk profitabilitas brand yang scalable dan pendapatan kreator yang stabil,” ujar Brian.

Pendekatan ini selaras dengan tren industri, di mana livestream disebut mampu menghasilkan tingkat konversi 3-10 kali lebih tinggi dibanding konten konvensional. Di saat yang sama, kreator semakin menjadi penentu keputusan belanja, terutama di kalangan Gen Z dan Millennials.

Status HDA sebagai MCN nomor satu yang konsisten ikut menyedot perhatian pelaku industri. Brian berharap HDA bisa menjadi standar baru bagi live commerce dan program affiliate di Indonesia, khususnya dalam membangun ekosistem yang sehat dan berorientasi jangka panjang.

Meski berada di puncak, HDA mengaku belum mengendur. Brian tengah mempercepat pembangunan infrastruktur livestream, dengan target hingga 100 studio live beroperasi pada kuartal pertama 2026. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi, menjaga konsistensi performa, dan memperkuat skalabilitas jaringan kreator.

Sejalan dengan itu, HDA juga mengejar target GMV bulanan Rp1 triliun, serta menyiapkan integrasi monetisasi berbasis data secara lebih agresif lintas platform, mengikuti tren multi-platform yang terbukti memperkuat stabilitas pendapatan brand.

Dengan visi besar menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi kreator di Asia, dominasi HDA di TikTok Shop dan Shopee diposisikan bukan sebagai garis finis, melainkan sebagai validasi bahwa sistem yang mereka bangun siap direplikasi dan ditingkatkan, bukan hanya di pasar domestik, tetapi juga berpotensi merambah Asia hingga Amerika Serikat dalam beberapa tahun mendatang. (Z_10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya