Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

ILUNI UI dan IKASTARA Dorong Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Kunci Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Naufal Zuhdi
09/12/2025 20:15
ILUNI UI dan IKASTARA Dorong Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Kunci Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Ilustrasi(Dok Iluni UI)

INDONESIA memasuki fase penting dalam pembangunan ekonomi. Setelah berhasil menjaga pertumbuhan stabil di kisaran 5% dalam beberapa tahun terakhir, tantangan berikutnya adalah mendorong ekonomi nasional menuju level 8% secara berkelanjutan. 

Untuk mewujudkan target ambisius tersebut, para pemimpin lintas sektor sepakat bahwa Indonesia membutuhkan pendekatan baru, bukan hanya mengejar pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat inklusivitas, kolaborasi, dan tata kelola yang lebih adaptif.

Kesadaran ini menjadi fondasi pelaksanaan Balairung Dialogue 2025 yang digagas oleh Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) dan Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (IKASTARA).

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan bahwa inklusivitas harus menjadi elemen utama dalam pembangunan ekonomi. Menurutnya, pertumbuhan yang tinggi tidak dapat dicapai tanpa pemerataan akses terhadap pendidikan, kesehatan, konektivitas, air bersih, hingga perumahan. Infrastruktur tidak lagi dipandang sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai alat untuk menghadirkan kesejahteraan bagiseluruh lapisan masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi harusdiwujudkan secara adil dan merata, tanpa ada yang tertinggal,” ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterima, Selasa (9/12).

Ketua Umum ILUNI UI, Pramudya A. Oktavinanda, menyampaikan pentingnya peran alumni sebagai jembatan yang mempertemukan gagasan lintas bidang. Alumni UI yang tersebar di berbagai posisi strategis dapat mendorong dialog bermutu dan menyatukan kepakaran demi menghasilkan solusinyata.

“Tidak ada tantangan besar bangsa yang dapat diselesaikan sendiri. Kolaborasi adalah kunci,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Umum IKASTARA, Mohamad Fachri, menyoroti bahwa inklusivitas harus menjadi prinsip dasar komunitas alumni dan ruang kebijakan publik. Ia pun menekankan pentingnya komunikasi kebijakan yang efektif kepada publik, karena salah satu tantangan pembangunan hari ini adalah bagaimana gagasan ekonomi dapat dipahami, diterima, dan diimplementasikan bersama.

Balairung Dialogue 2025 tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga langkah konkret untuk menyelaraskan agenda pembangunan nasional. Dengan menghubungkan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sipil dalam satu ruang strategis, acara ini menguatkan komitmen kolektif menuju ekonomi masa depan yang lebih inklusif, tangguh, dan kompetitif. 

Melalui dialog seperti ini, ILUNI UI dan IKASTARA berupaya memastikan bahwa arah kebijakan tidak hanya dibentuk oleh pemerintah, tetapi juga didukung oleh pemikiran independen yang mengakar pada kebutuhan masyarakat.

Ke depan, tantangan menuju pertumbuhan 8% tidak dapat dipisahkan dari transformasi digital, transisi energi, penguatan SDM, serta sistem pembiayaan yang lebih inovatif. Namun, fondasi utamanya tetap sama, yakni kolaborasi dan inklusivitas. Dengan harmonisasi gagasan antar pemangku kepentingan, Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat kemajuan ekonomi sekaligus memastikan manfaatnya dinikmati secara merata oleh seluruh warga negara. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik