Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DI dunia hiburan dan gaya hidup, ada satu hal yang jarang disadari banyak orang.
Kita pergi ke pertandingan bola, nongkrong di tempat favorit, ikut turnamen kecil, datang ke konser, lalu pulang dengan perasaan puas. Keesokan harinya, semua itu menguap begitu saja. Tidak ada jejak yang benar benar melekat. Pengalaman itu berhenti di memori, tidak menjadi apa pun selain foto di galeri ponsel.
"Lucu juga, ya. Orang bisa menghabiskan waktu, tenaga, dan emosi untuk sebuah pengalaman, tapi setelah selesai, tidak ada nilai lebih yang tersisa. Padahal momen seperti itu yang membuat orang merasa punya tempat," ujar Ashabi Abidin, CEO Wealth, mengangguk saat membicarakan fenomena itu di Jakarta.
Ia menambahkan, kondisi ini berlangsung hampir di semua lini industri lifestyle di Indonesia. Tempat olahraga berdiri sendiri, promotor musik punya dunianya, restoran berjalan dengan sistem masing masing. Tidak ada jembatan yang menyatukan pengalaman pengguna dari satu tempat ke tempat lainnya.
Bagi konsumen, semuanya terasa seperti transaksi sesaat. Bagi pelaku usaha, hubungan yang terjalin hampir tidak pernah berlanjut.
"Kita sebenarnya sedang kehilangan kesempatan besar. Kalau belanja online bisa punya sistem loyalitas, kenapa gaya hidup yang jauh lebih emosional tidak punya sesuatu yang setara? Itu aneh menurut saya," kata Ashabi.
Dari kegelisahan itu, lahirlah proyek Wealth (ticker $wealth), sebuah token yang dikembangkan oleh PT Reksanusa Indo Coin.
Berbeda dari banyak proyek yang datang dari luar negeri, Wealth lahir dari gagasan lokal yang melihat langsung bagaimana industri gaya hidup dan hiburan sering kali berjalan tanpa kesinambungan.
Proyek ini mulai merumuskan pendekatan baru untuk permasalahan tersebut. Mereka memperkenalkan konsep yang dinamai Proof of Experience.
Gagasannya sederhana, apa pun pengalaman seseorang harusnya bisa terekam dan menjadi identitas yang bisa dibawa ke mana mana.
Bukan poin diskon, bukan kartu stamp, bukan sekadar QR. Tetapi bukti bahwa seseorang benar benar hadir di sebuah momen, terlibat, menikmati, atau ikut membangun atmosfer acara tersebut.
Identitas ini kemudian bisa membuka akses tertentu. Misalnya, pengguna yang sering hadir di event olahraga bisa mendapatkan prioritas untuk acara berikutnya. Fans konser bisa mendapat akses lebih awal. Pelanggan setia venue bisa menerima penawaran khusus yang bukan sekadar potongan harga.
"Kami ingin membuat teknologi terasa manusiawi. Blockchain kan sering dianggap rumit. Tapi di Wealth, orang tidak perlu tahu apa mesinnya, yang mereka rasakan cukup manfaatnya saja," kata Ashabi.
Sebagai langkah awal, Wealth kini sudah resmi diperdagangkan di Coinstore. Platform tersebut memang cukup populer di Asia dan menjadi pijakan yang strategis untuk memperkenalkan proyek ini ke pasar yang lebih luas.
Tidak berhenti di situ, Wealth juga sedang menyiapkan langkah berikutnya, yaitu listing di Indodax, platform kripto terbesar dan paling dikenal di Indonesia.
Ashabi menganggap langkah itu bukan semata strategi bisnis, tetapi upaya mengembalikan kripto ke tangan masyarakat sendiri.
"Wealth ini dibangun oleh perusahaan Indonesia, PT Reksanusa Indo Coin. Teknologinya dikembangkan di sini. Jadi sudah semestinya masyarakat Indonesia mendapat akses paling awal dan paling mudah," katanya.
Pada akhirnya, Wealth ingin membawa cara pandang baru tentang kripto. Token ini tidak ditujukan sebagai alat spekulasi yang hanya menunggu harga naik turun. Posisinya lebih sebagai penghubung antara kehidupan nyata dengan dunia digital yang semakin berkembang.
Pengalaman hidup seseorang yang selama ini dianggap sesuatu yang lewat begitu saja diupayakan memiliki nilai lanjutan, nilai yang bisa dipakai, dibawa, dan memberi manfaat nyata.
Jika rencana besar ini berjalan seperti yang dibayangkan para pendirinya, bukan tidak mungkin Wealth menjadi salah satu inovasi lokal yang mampu berbicara di kancah Web3 regional, bahkan global. Bukan hanya karena teknologinya, tetapi karena ia menyentuh sisi manusia yang selama ini sering dilupakan, yaitu pengalaman dalam berkehidupan sehari-hari. (Hde/E-1)
Bitcoin (BTC) adalah aset digital terdesentralisasi berbasis blockchain. Pelajari cara kerja, cara mendapatkan, serta risiko Bitcoin sebelum berinvestasi.
Dari sisi infrastruktur, prinsip blockchain digunakan untuk mencatat kontribusi setiap individu dalam sebuah proyek film secara transparan.
PERKEMBANGAN teknologi blockchain yang menjadi fondasi aset kripto dinilai berpotensi kuat menjadi medium baru bagi tindak pidana pencucian uang.
GELARAN Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2025 resmi ditutup dengan capaian impresif.
Bitcoin (BTC) adalah aset digital dan mata uang kripto yang berjalan di jaringan peer-to-peer tanpa bank sentral, menggunakan blockchain untuk mencatat transaksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved