Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MASUKNYA tujuh anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Sub Holding Upstream PT Pertamina (Persero) dalam daftar 10 perusahaan penghasil minyak terbesar di Indonesia mendapat sambutan positif.
Pakar ketahanan energi Universitas Indonesia (UI) Ali Ahmudi berpendapat dominasi sektor hulu Pertamina tersebut berkontribusi besar dalam menopang ketahanan energi nasional. “Ya jelas (menopang ketahanan energi). Ini adalah perkembangan dan tren yang bagus,” kata Ali, Selasa (2/12).
Ali menilai, penguatan sektor hulu Pertamina itu harus dipertahankan dan ditingkatkan. Apalagi, dominasi itu juga menandakan sektor hulu Pertamina semakin bisa bersaing dengan perusahaan asing atau swasta nasional.
“Dengan kualitas sudah seperti itu, artinya mulai bisa dibuat roadmap ke depan untuk bisa mendukung ketahanan energi nasional. Salah satu pilar ketahanan energi itu kan ketersediaan sumber energinya,” jelas Ali.
Terlebih, lanjutnya, selama ini PHE juga berhasil menemukan banyak blok migas baru, yang diperkirakan memiliki cadangan cukup besar. Upaya penguatan sektor hulu Pertamina, juga dinilai tepat. Karena kekuatan dan marwah perusahaan migas, kata Ali, termasuk perusahaan internasional, memang berada pada sektor hulu.
Ali mencontohkan perusahaan-perusahaan migas kelas dunia seperti Saudi Aramco, Total, Exxon Mobile, semua melakukan penguatan sektor hulu. ”Kehormatan dari perusahaan migas itu adalah hulu. Grade A-nya adalah hulu. Jadi melalui produksi crude oil dan gas. Jadi sudah benar jika Pertamina melalui PHE ingin fokus dan memperkuat sektor hulu. Karena kekuatan utama memang di hulu,” ucapnya.
Maka itu, Ali mengingatkan, agar PHE terus meningkatkan kinerja, pada sisi eksplorasi dan eksploitasi. Terlebih, di tengah upaya untuk menahan laju penurunan produksi migas alami (natural decline).
Melalui peningkatan kinerja, Ali berharap Pertamina bisa semakin berkontribusi dalam menjaga ketahanan energi dalam upaya swasembada energi sebagaimana menjadi cita-cita pemerintah.
Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan capaian positif produksi minyak nasional jelang akhir 2025.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto menyebut per 10 November 2025 produksi minyak dalam negeri tercatat mencapai 606,02 ribu barel per hari (bph). Dia optimistis produksi tetap akan terjaga hingga akhir tahun ini.
KONTRIBUSI KONTRAKTOR UTAMA
Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI Rabu (12/11), Djoko memaparkan ada sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) besar yang berkontribusi pada capaian produksi minyak nasional.
Berdasarkan data SKK Migas, dari 10 KKKS dengan produksi minyak terbesar per 10 November 2025, tujuh di antaranya merupakan anak perusahaan PHE.
Ketujuh perusahaan tersebut adalah Exxon Mobil Cepu Ltd (PI Pertamina 45%) 153.900 bph, Pertamina Hulu Rokan (151.02 bph), Pertamina EP (68.497 bph), Pertamina Hulu Energi ONWJ (25.501 bph), Pertamina Hulu Mahakam (23.639 bph), Pertamina Hulu Energi OSES (17.177 bph), dan Pertamina Hulu Sanga-Sanga (13.105 bph). (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved