Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGELUARAN harian melalui e-wallet terus meningkat, namun sering kali kita tidak menyadari bahwa banyak transaksi yang sebenarnya hanya bersifat impulsif.
Di tengah tren pembayaran digital yang kian marak, penting untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya terhadap anggaran bulanan Anda.
Transaksi menggunakan e-wallet biasanya terlihat lebih ringan dibandingkan dengan membayar tunai. Karena sifatnya yang cepat dan mudah, sering kali kita cenderung melakukan pembelian tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang. Fenomena ini dikenal sebagai "bocor halus," yaitu pengeluaran kecil-kecil yang terjadi tanpa disadari tetapi berakumulasi menjadi jumlah besar di akhir bulan.
Untuk mengidentifikasi pola ini, mulailah dengan mencatat setiap transaksi selama satu bulan penuh. Pisahkan antara kebutuhan primer seperti transportasi atau makan siang dengan pengeluaran sekunder seperti camilan atau langganan aplikasi streaming. Dengan demikian, Anda dapat melihat area mana yang bisa dioptimalkan.
Membuat anggaran bukan hanya soal menentukan batas pengeluaran, tetapi juga tentang memastikan alokasi dana sesuai dengan prioritas. Misalnya, jika Anda memiliki tujuan finansial seperti membeli smartphone baru, tentukan berapa persen dari pendapatan yang dapat dialokasikan untuk cicilan tersebut. Jangan lupa sisihkan dana darurat agar kondisi keuangan tetap stabil.
Sebagai contoh, layanan seperti Kredivo menawarkan opsi cicilan fleksibel dengan bunga rendah mulai dari 1.99% per bulan. Dengan limit hingga Rp50 juta untuk member Premium, Anda bisa memilih tenor cicilan hingga 12 bulan sesuai kemampuan finansial. Namun, pastikan cicilan ini masuk dalam perencanaan anggaran agar tidak menambah beban pengeluaran.
Salah satu cara efektif untuk mengendalikan biaya bocor halus adalah dengan menggunakan teknik tracking. Catat setiap transaksi secara detail, baik itu pembayaran melalui e-wallet maupun kartu kredit. Gunakan aplikasi pencatat keuangan untuk mempermudah proses ini.
Dengan data yang tercatat, Anda dapat melihat tren pengeluaran bulanan dan menemukan area yang perlu diperbaiki. Misalnya, jika ternyata pengeluaran untuk kopi harian mencapai ratusan ribu rupiah, pertimbangkan untuk mengurangi frekuensi atau mencari alternatif lain yang lebih hemat.
Pembelian impulsif sering kali menjadi penyebab utama biaya bocor halus. Saat melihat diskon besar-besaran atau rekomendasi produk yang menarik, kita cenderung langsung membeli tanpa mempertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan. Untuk menghindari hal ini, gunakan teknik "tunda beli." Berikan waktu minimal 24 jam sebelum memutuskan untuk membeli suatu barang.
Selain itu, evaluasilah apakah barang yang ingin dibeli mendukung produktivitas atau hanya memenuhi hasrat sementara. Misalnya, membeli smartphone canggih demi meningkatkan efisiensi kerja bisa menjadi investasi, tetapi membeli barang hanya karena FOMO (Fear of Missing Out) mungkin perlu dipertimbangkan ulang.
Hidup minimalis bukan berarti harus hidup tanpa barang-barang mewah, tetapi lebih kepada fokus pada hal-hal yang benar-benar penting. Dengan menerapkan prinsip ini, Anda dapat mengurangi godaan untuk membeli barang-barang yang tidak memberikan nilai tambah bagi kehidupan sehari-hari.
Misalnya, jika Anda merasa perlu membeli barang mahal seperti gadget atau peralatan elektronik, pertimbangkan untuk menggunakan layanan pinjaman dana dengan cicilan yang terjangkau. Namun, pastikan pilihan ini memang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial Anda.
Melalui langkah-langkah sederhana ini, Anda dapat mengontrol pengeluaran e-wallet dan memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan manfaat maksimal. Ingatlah bahwa tanggung jawab finansial ada di tangan Anda, dan teknologi seperti e-wallet ataupun cicilan hanya alat yang dapat dimanfaatkan dengan bijak. (H-2)
Digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS dinilai tidak boleh berkembang menjadi praktik eksklusif yang justru menyulitkan sebagian masyarakat.
Didukung arsitektur teknologi yang modular dan skalabel, peningkatan kapabilitas keamanan dapat dilakukan secara bertahap seiring berkembangnya pola ancaman dan kebutuhan industri.
BANK Indonesia (BI) terus mempercepat transformasi sistem pembayaran nasional menuju era digital.
TransJakarta menggandeng blu by BCA Digital untuk memperkenalkan sistem pembayaran digital baru, guna meningkatkan kenyamanan dan efisiensi bagi pengguna
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved