Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria Corp) menegaskan perannya sebagai motor penggerak ekonomi nasional setelah berhasil meraih predikat pembayar pajak terbesar. Ceria Corp menjadi pembayar pajak terbesar di lingkup KPP Madya Makassar yang mencakup wilayah Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbartra).
Prestasi ini sekaligus menunjukan kontribusi nyata sektor swasta dalam mewujudkan visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya agenda penguatan fiskal, tata kelola pemerintahan yang efektif, serta pembangunan ekonomi berkeadilan.
Penghargaan ini diserahkan dalam Forum Konsultasi Publik Layanan Perpajakan yang digelar Kanwil DJP Sulselbartra bersama KPP Madya Makassar di Aula Phinisi, Selasa (18/11).
Selain Ceria Corp, sejumlah perusahaan lain yang menerima apresiasi atas kontribusi signifikan terhadap penerimaan pajak negara adalah Hadji Kalla, Bosowa Berlian Motor, Bumi Soreang Indonesia, Roda Jaya Sakti, Ang And Fang Brother, Tiran Indonesia dan Wijaya Inti Nusantara.
Kontribusi perusahaan-perusahaan tersebut menjadi pilar penting untuk mendukung agenda prioritas Asta Cita, terutama pada poin “Mewujudkan pemerintahan yang efektif dan efisien serta menjamin tata kelola fiskal yang kuat dan berkelanjutan.”
Kepala Kanwil DJP Sulselbartra, YFR Hermiyana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh wajib pajak yang telah menjaga komitmen dan kepatuhan fiskal.
“Penghargaan ini merupakan wujud terima kasih DJP atas kontribusi aktif para Wajib Pajak. Ini menjadi motivasi bagi dunia usaha untuk terus berperan dalam pembangunan nasional,” ujar Hermiyana, melalui keterangannya, Rabu (19/11).
Kinerja perpajakan yang kuat merupakan fondasi bagi agenda Asta Cita Presiden Prabowo mulai dari transformasi ekonomi, pemerataan pembangunan, penguatan layanan dasar, hingga peningkatan kesejahteraan rakyat.
Pelaksanaan FKP menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas layanan publik, sesuai amanat UU No. 25 Tahun 2009 dan berbagai regulasi turunannya.
Melalui forum dialog ini, DJP menghadirkan ruang partisipatif untuk memperoleh masukan dan memperkuat transparansi pelayanan.
Inisiatif ini selaras dengan komitmen Asta Cita dalam reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik, menuju pemerintahan yang responsif dan dipercaya masyarakat.
Setelah FKP, Kanwil DJP Sulselbartra berharap peningkatan pada Indeks Kepuasan Pelayanan dan Kehumasan, khususnya dari Wajib Pajak besar yang menjadi mitra utama pembangunan fiskal.
Sinergi pemerintah dan dunia usaha di wilayah Sulselbartra diharapkan mampu menjadi model keberhasilan pelaksanaan agenda Asta Cita, terutama dalam membangun ekosistem perpajakan yang transparan, efektif, dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi nasional. (E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved