Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Prodia Optimalkan Layanan Spectrometry, Optimistis Gaet Pasar Pengobatan Presisi

Iis Zatnika
18/11/2025 14:02
Prodia Optimalkan Layanan Spectrometry, Optimistis Gaet Pasar Pengobatan Presisi
Layanan Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC) diresmikan di Jakarta, Sabtu (15/11), menghadirkan Maya Surjadjaja, dokter antiaging dan estetik.(Dok Istimewa)

PT Prodia Widyahusada Tbk, kode saham PRDA, menguatkan posisinya sebagai pelopor layanan laboratorium klinik di Indonesia dengan meresmikan Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC).  PCMC diklaim mampu menjawab berbagai masalah kesehatan, mulai alergi yang tidak kunjung membaik, demam berulang pada anak, hingga berat badan yang turun naik atau yoyo, pasien kini dapat menggunakan layanan pemeriksaan multiomics. Tes kesehatan itu dilayani di seluruh laboratorium Prodia Widyahusada yang kini membuka layanan PCMC. 

PCMC yang didukung Mass-Spectrometry Technology memungkinkan deteksi dini penyakit dan strategi pengobatan personal, mendukung pengobatan individual dan presisi sesuai hasil pemeriksaan sesuai kebutuhan pasien. Layanan ini diresmikan pendiri dan Komisaris Utama oleh Andi Widjaja serta Direktur Utama Dewi Muliaty, Vice President Diagnostic Operations Lies Gantini di Jakarta, Sabtu (15/11).

Dewi menjelaskan, sejak pertamakali melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Desember 2016, dengan menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham sehingga meraih dana Rp1,22 triliun, pihaknya terus mengembangkan layanan.

“Termasuk di antaranya layanan PCMC ini, dengan IPO memungkinkan kami terus berinvetasi alat dan SDM. Hingga 30 September 2025, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 384 outlet, di 80 kota, 112 kabupaten, dan 34 provinsi di seluruh Indonesia. Jejaring layanan itu beberapa di antaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).

PRDA berawal dari laboratorium klinik Prodia yang didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh para pegiat farmasi, salah satunya Andi Widjaja. Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

"Tes multiomics dengan mass spectrometry yang sudah kami kembangkan sejak 14 tahun lalu, diharapkan menjadi sarana deteksi dini penyakit degeneratif,  pengendalian risiko, dan manajemen kesehatan individu. Kami dapat memeriksa lebih dari 140 jenis biomarker lab kesehatan, seperti asam amino, asam lemak, vitamin, hormon, logam berat dan mineral melalui teknologi mass-spectrometry," kata Andi Widjaja. 

Maya Surjadjaja, dokter antiaging dan estetik, menyatakan pemeriksaan yang lebih mendetail akan menjawab penyebab seseorang di usia 40 tahun sulit menurunkan berat badan serta mengantisipasi kondisi hormon yang terus berubah seiring dengan proses penuaan. 

Terkait harga, Dewi menjelaskan, paket pemeriksaan mass spectrometry mulai Rp400 ribu hingga Rp2 juta. Terkait lokasi, pemeriksaan dapat dilakukan di semua lokasi Prodia. (X-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Iis Zatnika
Berita Lainnya