Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah meningkatnya penipuan online yang semakin kompleks seiring maraknya transaksi online, TikTok kembali menghadirkan #PikirDuaKali LIVE Series bertema Cerdas Bertransaksi, Aman Berinternet untuk mendorong kewaspadaan dan literasi keamanan digital di masyarakat.
Dalam diskusi ini, TikTok bersama DANA membahas berbagai pola penipuan finansial di ranah daring. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa hingga 800 laporan penipuan online diterima setiap harinya melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), dengan total kerugian yang mencapai Rp2 triliun hingga April tahun ini.
Melihat kondisi tersebut, TikTok mendorong masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan online melalui kampanye #PikirDuaKali serta metode 3C: Cek, Cegah, dan Cegat.
Mengatasnamakan Brand Resmi Fatih Alfali, Government Relations Manager DANA Indonesia, menjelaskan bahwa salah satu modus penipuan online yang banyak ditemui adalah penyalahgunaan identitas brand oleh pelaku penipuan melalui akun layanan pelanggan palsu, pesan berhadiah, hingga tautan berbahaya.
"Biasanya pelaku menyalahgunakan brand kami untuk memberikan komunikasi melalui akun-akun customer service palsu. Mereka juga membuat akun media sosial yang mengatasnamakan DANA dengan memberikan informasi hadiah palsu ataupun bonus yang luar biasa. Perlu digarisbawahi, DANA hanya akan menghubungi pengguna melalui layanan pengguna 'DIANA' dan kanal komunikasi resmi kami yang bercentang biru lainnya. Apabila ada yang mengatasnamakan Customer Service DANA dan memaksa meminta informasi sensitif, kami pastikan itu merupakan penipuan. DANA tidak pernah meminta OTP, PIN, dan username," ujar Fatih dikutip dari siaran pers yang diterima, Selasa (11/11).
Untuk melindungi pengguna, DANA menerapkan teknologi keamanan berlapis dan menyediakan layanan pengguna 'DIANA', berupa live chat resmi dalam aplikasi untuk membantu kendala pengguna. DANA juga menyediakan fitur DANA Protection yang melindungi pengguna dari transaksi yang tidak sah, misalnya ketika terjadi pengambilalihan atau penyalahgunaan akun oleh orang lain.
PERKUAT EDUKASI PUBLIK
Fatih menambahkan, DANA terus memperkuat edukasi publik melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan mitra, termasuk TikTok dalam kampanye #PikirDuaKali. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan online yang dapat merugikan, sekaligus mendorong kebiasaan bertransaksi yang lebih aman.
"Pastikan tidak pernah memberikan data apapun ke siapa pun, dan selalu cek terlebih dulu sumber informasinya apakah sudah valid atau tidak. Kita harus benar-benar menjaga agar upaya-upaya pelaku kejahatan finansial tidak bisa berlanjut," sebut Fatih.
Sementara itu, Hilmi Adrianto, Head of Public Policy and Government Relations TikTok Indonesia, menjelaskan bahwa keamanan pengguna merupakan prioritas utama perusahaan.
"Lewat kampanye edukasi digital #PikirDuaKali, kami mengajak masyarakat berpartisipasi dan bekerja sama agar kita bisa sama-sama memberantas modus-modus penipuan yang semakin canggih ini. Kami harap masyarakat dapat lebih waspada jika menerima pesan yang too good to be true atau tawaran-tawaran yang berujung kepada investasi bodong. Kampanye ini ingin memberikan edukasi untuk pengguna TikTok dan masyarakat luas agar lebih berhati-hati," ujarnya.
SISTEM MODERASI BERLAPIS
Hilmi menjelaskan, untuk menjaga ruang berkreasi yang aman dan nyaman, TikTok memadukan sistem moderasi berlapis yang menggabungkan teknologi dan tim manusia.
Pada semester pertama 2025, TikTok telah menghapus lebih dari 25 juta konten yang melanggar Panduan Komunitas, termasuk 232 ribu konten penipuan, dengan 94% di antaranya berhasil diidentifikasi dan dihapus sebelum dilaporkan pengguna. Selain itu, lebih dari 180 ribu iklan berbayar yang mengandung unsur penipuan juga telah dihentikan.
Hilmi menegaskan agar pencegahan terhadap penipuan online berjalan lebih efektif, kesadaran publik juga diperlukan agar masyarakat dapat mengenali, menghindari, dan secara proaktif melaporkan tindakan penipuan online.
Melalui kampanye #PikirDuaKali, TikTok memperkenalkan metode sederhana bernama 3C, yaitu Cek, Cegah, dan Cegat. Metode ini mendorong pengguna untuk selalu memeriksa kebenaran sumber informasi, menahan diri untuk tidak langsung memberikan data pribadi atau melakukan transaksi tanpa verifikasi, serta segera melaporkan konten, akun, atau aktivitas yang terindikasi penipuan.
"3C merupakan tiga prinsip dasar yang membantu kita untuk lebih waspada dan bisa mengenali modus-modus penipuan. Semua informasinya bisa didapatkan di laman khusus Pusat Panduan #PikirDuaKali yang ada dalam TikTok. Tidak hanya informasi tentang bagaimana mengenali penipuan, laman ini juga memberikan tips-tips dari para ahli dan cerita pengalaman dari kreator. Hal ini dapat memberikan pengetahuan untuk mengenali modus penipuan terbaru yang belum pernah didengar sebelumnya," terang Hilmi. (E-2)
Platform hiburan digital, TikTok menggelar #PikirDuaKali LIVE Series, sebuah sesi dialog interaktif yang mengajak pengguna dan masyarakat luas membangun kebiasaan digital yang cerdas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved