Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Industri Pendingin Serukan Kebijakan Fiskal yang Mendukung Pengembangan SDM

Putri Anisa Yuliani
07/11/2025 20:47
Industri Pendingin Serukan Kebijakan Fiskal yang Mendukung Pengembangan SDM
FGD asosiasi industri pendingin(Dok Istimewa )

PENGUATAN sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema Elektronik Indonesia: Dari Pelaku Usaha untuk Masa Depan Indonesia.

FGD ini mempertemukan tiga asosiasi besar di sektor pendingin nasional Perkumpulan Perusahaan Pendingin dan Refrigerasi Indonesia (PERPRINDO), Asosiasi Praktisi Pendingin dan Tata Udara Indonesia (APITU), dan ASISI Nusantara Asosiasi Teknisi Refrigerasi dan Air Conditioner (ASISI) Nusantara untuk membahas arah penguatan TKDN, SDM industri, dan kebijakan fiskal yang mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

Diskusi menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi teknisi pendingin dan tata udara sebagai bagian strategis dalam memperkuat industri nasional. Para peserta menegaskan bahwa kemajuan industri pendingin tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan investasi, tetapi juga oleh kesiapan tenaga ahli yang mampu mengoperasikan dan merawat sistem berteknologi tinggi.

“Teknisi AC dan pendingin adalah ujung tombak di lapangan. Mereka bukan sekadar pekerja teknis, tetapi duta profesionalisme Indonesia. Jika SDM kita unggul dan terlatih, industri elektronik kita akan kuat dan mandiri,” ungkap Anggota DPR RI Komisi VI Darmadi Durianto dalam keterangannya, Jumat (7/11).

Dalam forum tersebut, dibahas pula gagasan pembentukan Program Nasional Peningkatan Kompetensi Teknisi AC dan Pendingin Indonesia, yang akan melibatkan asosiasi industri, lembaga pendidikan vokasi, serta dukungan pemerintah daerah.

Program ini diharapkan dapat melahirkan teknisi bersertifikat yang berdaya saing di tingkat nasional dan internasional.

Selain isu sertifikasi dan pelatihan, FGD juga menyoroti pentingnya peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang harus diiringi dengan kesiapan SDM lokal.

“TKDN bukan sekadar mengganti komponen impor dengan produk lokal. Ia harus didukung oleh tenaga ahli lokal yang bisa merancang, memproduksi, dan merawat produk dalam negeri dengan kualitas dunia,” ujar anggota DPR yang dikenal dekat dengan kalangan industri ini.

Di samping itu, peserta menilai bahwa kemandirian industri tidak cukup dengan substitusi produk, tetapi harus disertai kemampuan tenaga kerja lokal dalam merancang, memproduksi, dan memelihara produk berkualitas.

Dari sisi kebijakan fiskal, pelaku usaha juga menyampaikan perlunya insentif pajak bagi perusahaan yang aktif melakukan pelatihan dan sertifikasi SDM. Skema tersebut diharapkan dapat menjadi pendorong bagi dunia usaha untuk lebih berinvestasi pada peningkatan kapasitas tenaga kerja.

FGD ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha, asosiasi profesi, dan pemerintah dalam membangun SDM unggul. Dengan kebijakan yang berpihak pada pengembangan kompetensi, industri pendingin dan tata udara nasional diharapkan mampu tumbuh mandiri dan berdaya saing di tingkat global. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya