Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MITRA McKinsey Australia, Sergey Alyabyev, menyatakan bahwa pengaplikasian teknologi artificial intelligent (AI) bisa membantu meningkatkan produktivitas, utamanya dalam kegiatan pertambangan.
"Saya pikir sekarang kita sudah bisa mengatakan bahwa terdapat banyak nilai dalam membawa AI untuk pertambangan secara umum," ujar Sergey di Jakarta, Selasa (14/10).
Dirinya menjelaskan, industri pertambangan menghadapi tantangan akibat meningkatnya permintaan mineral. Namun di sisi yang lain, akses terhadap eksplorasi sumber bijih, talenta, dan teknologi produksi saat ini belum mengalami kemajuan berarti.
"Kami yakin AI dapat menjawab permasalahan ini secara signifikan," tegasnya.
AI, lanjut dia, bukan hanya satu teknologi, melainkan sekumpulan alat yang menggabungkan machine learning, deep learning, generative AI, dan genetic AI. Sergey menilai, kombinasi dari alat tersebut bisa membuka peluang optimalisasi pengambilan keputusan yang lebih detail, mulai dari perencanaan hingga operasional.
Sebagai contoh, ia mengatakan bahwa pengaplikasian teknologi AI dapat menyederhanakan waktu kerja di industri tambang dibandingkan metode konvensional.
"AI bisa membantu mengumpulkan data yang benar, menggabungkan laporan, bahkan mengirimkan memo suara ke supervisor di sif selanjutnya ketika dia berada di tempat kerja. Saat dia berada di sana, dia tahu semuanya yang dia perlu tahu. Bukan hanya dia, tapi orang yang bekerja di port, seseorang yang bekerja di rail. Jadi, itu benar-benar bisa meningkatkan produktivitas di berbagai level," cetusnya.
Selain itu, saat ini biaya investasi AI sendiri semakin terjangkau. Hal itu diungkapkannya mengutip laporan dari Stanford AI Index yang mencatat penurunan harga penggunaan AI jenis GPT-3.5 dari US$50 per satu juta token menjadi hanya US$10 sen.
"Kami yakin harganya tahun depan menjadi lebih murah lagi," beber dia.
Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Aryo Djojohadikusumo, menyampaikan bahwa biaya pengaplikasian teknologi AI saat ini dinilai terjangkau, bukan hanya buat perusahaan-perusahaan besar seperti Danantara, MIND ID, atau aneka tambang yang lain-lain.
"Tetapi juga bisa terjangkau dengan perusahaan-perusahaan tambang menengah maupun kecil yang merupakan anggota kadin di dunia swasta, karena itu yang dibutuhkan saat ini. Untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 8%, yang besar itu bukan hanya perusahaan-perusahaan tambang besar, tapi perusahaan tambang menengah harus menjadi besar semua. Dan yang bisa membantu mereka adalah teknologi, salah satunya AI," pungkasnya. (Fal/E-1)
SHELL Indonesia memperkenalkan pembaruan layanan digital Shell LubeHealth yang dirancang untuk mendukung produktivitas dan efisiensi operasional di sektor pertambangan.
Acara Sharing Knowledge ITS menghadirkan ahli NHM dan PTPJ yang membahas teknik survei geofisika, manajemen data geosains, serta praktik eksplorasi emas modern
Terkait sektor logam dan pertambangan, Indonesia memiliki posisi strategis berkat cadangan nikel, bauksit, batu bara, dan berbagai mineral strategis.
Mind ID berupaya menjaga kesinambungan publikasi keberlanjutan mulai dari tahap prapertambangan, operasi tambang, pascatambang, hingga pengolahan mineral.
Untuk mewujudkan astacita Presiden Prabowo Subianto, pengaplikasian teknologi AI dinilai penting karena potensi tambang mineral di Indonesia sangatlah luas.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertambangan dan penggalian menyumbang 9,15% terhadap PDB Indonesia pada tahun 2024, dengan nilai mencapai sekitar Rp 2.026 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved