Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Umum Bidang Kewirausahaan UMKM Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia RM Tedy Aliudin menyebutkan bahwa setidaknya terdapat tiga kelemahan yang masih membayangi UMKM di Indonesia.
"Kelemahannya (UMKM) macam-macam, salah satunya adalah kelemahan dari kompetensi. 74% UMKM di Indonesia tidak bisa buat laporan keuangan, makanya banyak sekali UMKM tidak bisa dilayani perbankan. Ini adalah PR kita, bagaimana kita membina, melatih mereka dari sisi pembuatan laporan keuangan," kata Tedy di Jakarta, Rabu (20/8).
Kelemahan kedua, sambung Tedy, adalah jaringan pasar. Berdasarkan survei yang dilakukan Kadin Indonesia, diketahui bahwa 50% lebih UMKM Indonesia masih mengalami keterbatasan jaringan pasar yang terbatas kepada kecamatan, RW, dan RT.
"Dunia digital, teknologi yang semakin maju, harusnya UMKM di Indonesia jaringan pasarnya lebih luas. Namun masih banyak pelaku UMKM di Indonesia belum memahami masuk dunia digital," beber Tedy.
Kelemahan ketiga, yakni berasal dari sisi permodalan. Tedy menilai bahwa modal yang dimiliki UMKM sangat jauh jika dibandingkan dengan negara maju. Sebagai contoh, usaha mikro di Indonesia hanya memiliki modal Rp1 miliar, sementara usaha kecil berada di angka Rp1-5 miliar, dan untuk usaha menengah mereka memiliki modal Rp5-10 miliar. Sementara untuk UMKM di Eropa dan Amerika, UMKM di sana memiliki modal awal hingga Rp500 miliar.
"Tidak bisa kita kerja biasa-biasa lagi. Indonesia ingin menjadi negara maju dari sisi kewirausahaan, kita harus kerja yang luar biasa. Sinergi harus kita lakukan semua pihak, tidak bisa kita kerja sendirian," pungkasnya. (H-3)
Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menekankan pentingnya pelaku usaha mencermati skema tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Musyawarah Provinsi (Muprov) VIII.
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di area parkir eks MTQ Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
PERWAKILAN Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) sekaligus Secretary General of the International Economic Association Lili Yan Ing menegaskan target pertumbuhan ekonomi 2026 di angka 5,4% tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi masyarakat.
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai aturan pengupahan berpotensi memberikan tekanan terhadap pertumbuhan sektor industri manufaktur.
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melibatkan nasabah usaha ultra mikro menyalurkan lebih dari 2.000 paket abon dan rendang bagi korban banjir dan longsor di Sumatra
Di era digital, ekspor bisa dimulai dari yang kecil, dari satu produk lokal yang dikirim ke luar negeri, hingga menjadi jembatan rasa Indonesia di mancanegara.
Event ini sekaligus menjadi wadah bagi UMKM untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produk mereka ke audiens yang lebih luas.
PP No 7/2021 mewajibkan alokasi minimal 40% dari anggaran belanja barang dan jasa pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, untuk produk-produk UMKM.
Bermula dari hobi, 3thre_brothers.menciptakan konten video ulasan produk elektronik dan gadget, kini mereka sukses meraih keuntungan melalui program YouTube Shopping Affiliates
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved