Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
GRAB Indonesia menyatakan tidak setuju dengan permintaan para pengemudi ojek online (ojol) terkait penurunan komisi atau potongan untuk aplikator hingga 10%. Tuntutan ini disuarakan saat demo ojol di Jakarta, Senin (21/7).
"Soal usulan penurunan komisi hingga 10%, kami nilai tidak sejalan dengan prinsip keberlanjutan ekosistem," tegas Chief of Public Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy dalam keterangan resmi yang dikutip, Selasa (22/7).
Ia beralasan komisi yang diterapkan saat ini tidak hanya digunakan sebagai biaya penggunaan aplikasi, tetapi juga untuk mendukung berbagai aspek penting. Antara lain dikatakan untuk layanan bantuan dan operasional 24/7, termasuk GrabSupport dan tim tanggap darurat, lalu penyediaan asuransi kecelakaan bagi mitra dan lainnya.
Meski, tidak mendukung pemotongan biaya aplikasi maksimal 10%, Tirza mengeklaim terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mendukung evaluasi struktur biaya jasa transportasi daring.
"Grab Indonesia menyambut baik inisiatif pemerintah untuk meninjau kembali struktur biaya jasa transportasi daring," ucap Tirza.
Pihaknya mengatakan selama lebih dari tiga tahun terakhir belum terjadi penyesuaian biaya jasa yang signifikan, sementara mitra pengemudi menghadapi peningkatan biaya hidup dan operasional. Oleh karena itu, kajian penyesuaian biaya jasa dipandang Grab sebagai langkah tepat untuk membangun ekosistem transportasi yang lebih adil, berkelanjutan, dan mengayomi semua pihak.
"Kami meyakini kajian ini perlu dilakukan secara menyeluruh dan proporsional, mengingat keberagaman preferensi pengguna dan mitra," tutur Tirza.
Perihal aksi unjuk rasa pengemudi ojol, Tirza menuturkan pihaknya menghargai demo tersebut untuk menyuarakan aspirasi pengemudi.
"Kami menghargai hak mitra pengemudi untuk menyampaikan aspirasi secara tertib, damai, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," pungkasnya. (H-4)
Ketua Koordinator Wilayah Unit Reaksi Cepat (URC) Jakarta Utara, Mansyur, mengatakan usulan penurunan berpotensi menghapus berbagai manfaat bagi ojol.
MENANGGAPI aksi demonstrasi yang dilakukan oleh aliansi ojek online (ojol), Grab Indonesia menegaskan tetap mempertahankan potongan komisi bagi pengemudi ojek online (ojol) sebesar 20%.
DPR RI akan segera memanggil aplikator untuk menindaklanjuti tuntutan driver ojek online yang meminta potongan biaya layanan aplikasi dari 15% menjadi 10%.
Ribuan pengemudi ojek online (ojol) menggelar aksi demonstrasi bertajuk "Aksi 179" pada 17 September 2025 di Jakarta, menuntut tujuh poin utama, termasuk pengesahan RUU Transportasi Online
Pengemudi ojek online yang tergabung dalam Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia menggelar aksi unjuk rasa bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional.
Aparat kepolisian langsung menindaklanjuti rencana demonstrasi itu. Polres Jakarta Pusat siap mengamankan dengan mengerahkan 6.000 lebih personel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved