Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Syariah Indonesia (BSI) baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024. Dari hasil RUPST itu, Wakil Direktur Utama (Wadirut) BSI, Bob Tyasika Ananta menyampaikan bahwa Anggoro Eko Cahyo terpilih menjadi direktur utama (Dirut) BSI.
Adapun susunan kepengurusan baru PT. Bank Syariah Indonesia adalah sebagai berikut :
Untuk susunan direktur, Direktur Utama dijabat oleh Anggoro Eko Cahyo, Wakil Direktur Utama Bob Tyasika Ananta, Direktur Wholesale Transaction Banking Zaidan Novari, Direktur Retail Banking Kemas Erwan Husaini, Direktur Sales and Distribution Anton Soekarno, Direktur Information Technology Muharto, Direktur Risk Management Grandis Helmy Harumansyah, Direktur Compliance and Human Capital Arief Adhi Sanjaya, Direktur Finance and Strategy Ade Cahyo Nugroho, Direktur Treasury and International Banking Firman Nugraha.
Sedangkan untuk susunan komisaris, Komisaris Utama/Independen dijabat oleh Muhadjir Effendy, Komisaris Independen dijabat Felicitas Tallulembang, Komisaris Meidy Firmansyah, Komisaris Mochammad Agus Rofiudin, Komisaris Independen Nizar Ahmad Saputra, Komisaris Independen Muhammad Syafii Antonio, Komisaris Independen Addin Jauharuddin, Komisaris Kamaruddin Amin.
Sementara Dewan Pengawas Syariah diketuai oleh Hasanuddin dengan anggota Mohamad Hidayat, Oni Shahroni dan Abdul Ghofur Maimoen. (E-4)
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang 2025. Per Desember 2025, perseroan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp318,84 triliun.
Sepanjang 2025, BSI juga secara konsisten terus memberikan kontribusi untuk masyarakat melalui penyaluran zakat melalui program beasiswa pendidikan siswa berprestasi
NAIK kelas menjadi badan usaha milik negara (BUMN), kinerja BSI pada 2025 progresif jauh di atas industri perbankan sekaligus mengubah peta perbankan Indonesia.
Pada 23 Januari 2026, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) secara administratif telah menyandang status sebagai perusahaan Persero.
BSI menegaskan komitmen untuk menjalankan mandat tersebut dengan tetap mengedepankan governance dan kepatuhan terhadap ketentuan terkait.
Dari total dividen tersebut, besaran dividen per lembar saham dari bank dengan kode saham BRIS ini sekitar Rp22,78.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved