Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
NIRO Granite resmi meraih sertifikasi ISO 50001 untuk Sistem Manajemen Energi, menandai langkah konkret perusahaan dalam menerapkan praktik efisiensi energi di sektor industri bahan bangunan.
Sertifikasi ini menjadi validasi terhadap upaya sistematis Niro Granite dalam mengelola konsumsi energi, terutama di lini produksi. Sejumlah kebijakan diterapkan, mulai dari efisiensi penggunaan listrik dan panas, hingga pengelolaan air yang lebih terukur.
“Ini bukan sekadar pencapaian administratif. ISO 50001 adalah peta jalan menuju operasional yang lebih hemat energi dan rendah emisi,” ujar CEO Niro Granite Indonesia, Choong Ee Ren, dalam keterangan tertulis, Kamis (24/4).
Selain ISO 50001, Niro Granite tercatat mengantongi beberapa sertifikasi lingkungan lain, termasuk Green Label Indonesia, SIRIM QAS International dari Malaysia, serta Environmental Product Declaration (EPD) — dokumen yang menguraikan jejak lingkungan sebuah produk secara transparan dan terverifikasi.
Rangkaian sertifikasi ini menunjukkan bahwa Niro Granite tak sekadar berorientasi pada kualitas produk, tetapi juga memperhitungkan dampak ekologis dari proses produksinya.
Langkah ini dinilai relevan dengan meningkatnya tuntutan terhadap industri manufaktur untuk mempercepat transisi menuju praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab secara lingkungan.
Choong menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam proses operasional, termasuk melalui investasi teknologi hijau dan pengembangan produk dengan emisi karbon yang lebih rendah. (Z-10)
Pentingnya teknologi insulasi dalam menciptakan arsitektur dan bangunan berkelanjutan.
Teknologi insulasi bangunan menjadi salah satu solusi yang kembali disorot di tengah krisis iklim global. Efisiensi energi pada sektor konstruksi disebut mampu memangkas emisi karbon.
PERKEMBANGAN konsep smart building dan smart facility di Indonesia semakin pesat seiring meningkatnya kebutuhan akan efisiensi energi, keamanan penghuni, serta keberlanjutan operasional.
Berdasarkan perhitungan, penggunaan mobil listrik ini hanya memerlukan biaya sekitar Rp9.690 per hari atau setara Rp290.760 per bulan.
ESDM menyatakan efisiensi energi di sektor bangunan menjadi prioritas dalam strategi transisi energi nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved