Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
JASAMARGA Nusantara Tollroad Regional Division (JNT/Regional Nusantara) mencatat adanya lonjakan kendaraan pada H+1 Idul Fitri atau pada Rabu (2/4), di tiga ruas tol yang berada di Sumatra Utara, Kalimantan Timur, dan Bali.
Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division Senior General Manager Tyas Pramoda Wardhani menyampaikan, secara keseluruhan pihaknya mencatat total kendaraan mencapai 173.536 unit pada periode tersebut, atau meningkat 6,8% dibanding lalin normal dengan 162.500 kendaraan.
Ruas tol yang mengalami peningkatan volume lalin yakni Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) di Sumatra Utara, Ruas Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) di Kalimantan Timur, dan Ruas Tol Bali Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa (Bali Mandara).
Adapun rincian lonjakan kendaraan sebagai berikut;
1. Ruas Tol MKTT terdata sejumlah 22.785 kendaraan atau meningkat 54,4% dibanding volume lalin normal yaitu 14.756 kendaraan. Berdasarkan data tersebut, 5.422 kendaraan melewati Gerbang Tol Kualanamu dari arah Bandar Udara Internasional Kualanamu menuju Kota Medan. Angka tersebut meningkat 24,13% dibanding volume lalin normal yaitu 4.368 kendaraan.
2. Ruas Tol Balsam tercatat sebesar 20.962 kendaraan atau meningkat 115% dibanding volume lalin normal yaitu 9.751 kendaraan.
3. Ruas Tol Bali Mandara tercatat sebesar 50.659 kendaraan atau meningkat 4% dibanding volume lalin normal yaitu 48.695 kendaraan.
Selanjutnya untuk persiapan menghadapi arus balik Idul Fitri, Tyas mengimbau pengguna jalan yang akan melakukan perjalanan di jalan tol untuk dapat memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima dan laik jalan. Lalu, mempersiapkan perbekalan selama perjalanan, mengisi bahan bakar minyak (BBM) secara penuh sebelum melakukan perjalanan, dan mengisi saldo uang elektronik dengan cukup.
Selain itu, pengguna jalan tol juga direkomendasikan untuk melakukan pemilihan waktu dan rute perjalanan dengan baik, salah satunya dengan menghindari perjalanan waktu puncak arus balik. (Ins/E-1)
Pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung ini bukan hanya mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga memperkuat konektivitas dan menurunkan biaya logistik.
Infrastruktur ini diharapkan menjadi penggerak lahirnya pusat-pusat pertumbuhan baru serta menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar ruas tol.
Di balik skema mega strategis ini, hambatan di lapangan tidak bisa diabaikan. Salah satu tantangan utama adalah pengadaan lahan, yang membutuhkan lebih dari 35.000 hektare.
Jumlah itu akumulasi dari 79.189 kendaraan pada ruas operasi dan 7.536 kendaraan pada ruas yang baru.
Hutama Karya berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik demi menciptakan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman selama di JTTS selama periode ini.
Sejauh ini, trafik kendaraan melintas sebesar 82.696 kendaraan pada 9 Mei 2025 dengan peningkatan 7,18% dibanding trafik normal pada hari yang sama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved