Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
CENTER of Sharia Economic Development (CSED) Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengkhawatirkan adanya tren kenaikan pinjaman daring atau pinjaman online (pinjol) menjelang Lebaran 2025. Kekhawatiran itu berangkat dari kondisi daya beli masyarakat yang dipandang masih cukup lemah.
Ekonom CSED Indef Murniati Mukhlisin mengatakan gejala pelemahan daya beli itu sedianya telah ditunjukkan dari deflasi yang terjadi di dua bulan pertama tahun ini. Menurutnya, itu mencerminkan ada ketidakmampuan masyarakat untuk melakukan konsumsi.
Namun karena tekanan psikis dan tradisi lebaran, masyarakat yang tengah tertekan daya belinya kemungkinan akan tetap berbelanja untuk memenuhi hasratnya. Terlebih narasi yang disampaikan pemerintah secara berulang ialah konsumsi masyarakat tetap diproyeksikan akan tetap tumbuh kuat.
"Deflasi, orang tidak mampu beli, tapi masih tetap diproyeksikan akan naik atau tumbuh. Momen-momen ini adalah orang pergi berbelanja (10 hari terakhir puasa)," kata Murniati dalam Diskusi Publik bertajuk Overview Ekonomi Ramadhan secara daring, Jumat (21/3).
"Dengan kemampuan purchasing power yang rendah, tetapi dia tetap berbelanja, entah di pasar atau mall, ini berpotensi menjurus ke pindar bodong atau yang menjerat," lanjutnya.
Narasi dan berbagai isu yang dibangun pemerintah mengenai beragam hal seperti pembentukkan Danantara, Bullion, hingga efisiensi anggaran dinilai menenggelamkan hal krusial mengenai daya beli masyarakat.
Padahal itu penting bagi kelangsungan ekonomi nasional. Belum lagi banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan sedari awal tahun dan berpotensi terus bertambah. Pendapatan yang hilang dan diikuti dengan keinginan untuk berbelanja menjelang lebaran perlu disikapi dengan baik.
"Pindar ini tetap berjalan, dan empuk banget di 10 hari terakhir ini, pindar akan terus menjalar sampai ke Syawal," pungkas Murniati. (H-3)
Membengkaknya utang pinjaman daring (pindar) atau pinjaman online (pinjol) hingga Rp94,85 triliun per November 2025, mencerminkan semakin terhimpitnya kondisi keuangan masyarakat.
Empat pilar utama, yaitu kolaborasi data, standardisasi penilaian risiko, skema berbagi risiko, serta platform kolaborasi terintegrasi, menjadi fondasi penting yang perlu diperkuat.
ANGGOTA Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mengapresiasi Bareskrim Polri yang membongkar dua kasus aplikasi pinjaman online (pinjol) ilegal yang telah menjerat hingga 400 nasabah
Pakar Ekonomi Syariah UMY Satria Utama, judi online (judol) memiliki daya rusak yang lebih tinggi karena menyasar kelompok masyarakat yang rentan secara finansial.
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) bersama 97 platform pinjaman daring (pindar) menolak dengan tegas tuduhan adanya kesepakatan untuk menentukan batas maksimum suku bunga.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, lonjakan kasus penipuan keuangan atau financial scam di Indonesia semakin mengkhawatirkan.
Selama masa mudik Lebaran 2025, pengguna layanan transportasi online di perjalanan antarkota mengalami peningkatan.
DUA pekan pascahari raya Idul Fitri atau Lebaran 2025 yakni pada Senin (14/4) harga cabai di Purwokerto, Jawa Tengah masih bertahan di angka yang tinggi.
ANGGOTA Komisi B DPRD DKI Jakarta Andri Santosa meminta para nasabah Bank DKI tidak perlu khawatir perihal pemulihan sistem yang yang masih terus berlangsung.
LEBIH dari 90 persen pemudik memberikan apresiasi terhadap petugas PT Kereta Api Indonesia atau KAI yang bertugas baik di stasiun maupun di dalam kereta selama masa arus balik Lebaran 2025.
WAKIL Ketua MPR Abcandra Muhammad Akbar Supratman didampingi Wakil Bupati Donggala Taufik M Burhan, melepas ratusan santri usai libur Lebaran.
MENJELANG akhir masa arus balik lebaran 2025 ini Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mencatat konsumsi Pertamax melonjak signifikan sebanyak 77%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved