Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH memastikan bakal berupaya untuk menjaga tingkat inflasi umum di kisaran 2,5% plus minus 1% pada tahun ini. Itu dirasa penting untuk mendukung kinerja perekonomian dalam negeri yang ditargetkan tumbuh di angka 5,2%.
“Khusus untuk tahun 2025 adalah menjaga inflasi di kisaran 2,5% plus minus 1% untuk mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers seusai melakukan rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP), Jakarta, Jumat (31/1).
Guna menjaga angka inflasi umum di rentang kisaran sasaran target itu, lanjutnya, pemerintah dan pemangku kepentingan juga dipastikan akan menjaga tingkat inflasi komponen pangan bergejolak (volatile food) di rentang 3% hingga 5%.
Itu karena pergerakan inflasi komponen pangan bergejolak mengalami pergerakan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu ke belakang. “Jadi angka volatile food itu yang dijaga sekarang mingguan oleh tim, termasuk PPID di bawah Pak Menteri Dalam Negeri, sehingga ini adalah intervensi daripada pemerintah pusat maupun daerah agar volatile food bisa terus dijaga,” terang Airlangga.
Sejalan dengan itu, pemerintah pusat dan daerah bakal memperkuat peta jalan mengenai inflasi 2025 hingga 2027. Beberapa upaya yang akan ditempuh di antaranya ialah memastikan keterjangkauan harga komoditas pangan dan tarif angkutan pada periode hari besar keagamaan nasional, termasuk Idulfitri.
Kemudian meningkatkan produktivitas pangan untuk menjaga ketersediaan pasokan antarwaktu dan antarwilayah. Berikutnya, menjaga kelancaran distribusi pangan antarwilayah, terutama wilayah surplus menuju wilayah defisit.
“Berikutnya memperkuat ketersediaan dan keandalan data pangan, serta memperkuat sinergi komunikasi untuk mengelola ekspektasi inflasi masyarakat,” terang Airlangga.
Adapun anggaran ketahanan pangan yang dialokasikan pemerintah di tahun ini mencapai Rp144,6 triliun untuk menjaga pergerakan harga pangan. Anggaran itu direncanakan bakal digunakan untuk melakukan diversifikasi pangan, menjaga stabilitas harga, dan peningkatan produktivitas petani.
Selain itu, dukungan APBN untuk ketahanan pangan juga diberikan melalui Transfer ke Daerah (TKD) dana alokasi khusus (DAK) seperti pembangunan jaringan irigasi, pembangunan jalan pertanian, maupun nonfisik seperti pengarangan pangan lestari, pelayanan penyuluh pertanian, dan puskeswan.
“Di lain sisi, gerakan nasional pengendalian inflasi pangan akan terus dilanjutkan di tahun 2025 untuk mendukung ketahanan pangan,” pungkasnya. (H-2)
Airlangga juga mengatakan dalam waktu dekat akan kembali mengirim tim ke Washington DC untuk melanjuti pembahasan terkait tarif dagang kedua negara.
Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan dalam inklusi dan literasi keuangan nasional, termasuk pembentukan dewan baru yang fokus pada kesejahteraan keuangan.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan saat ini pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) meningkat hingga lebih 50 juta orang atau melebihi pengguna kartu kredit
Pembahasan masih dalam tahap negosiasi bilateral sehingga belum ada kesepakatan final mengenai komoditas apa saja dari Indonesia yang akan dikenakan tarif tambahan tersebut.
Pemerintah juga memperhatikan pola belanja kementerian dan lembaga sebagai langkah menjaga laju pertumbuhan ekonomi.
Saat ini, Indonesia harus mampu mengarahkan perekonomian nasional untuk terus bangkit dan harus mampu bersaing dengan perekonomian global.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Oktober 2025 sebesar 2,86% secara tahunan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved