Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TAHUKAH kamu tanggal 27 Oktober kini diperingati sebagai Hari Penerbangan Nasional di Indonesia? Penetapan hari bersejarah ini merujuk pada momen ketika pesawat bersimbol merah putih terbang di langit Indonesia untuk pertama kalinya setelah kemerdekaan.
Mari kita telusuri lebih dalam tentang peristiwa penting ini dan perubahan maknanya seiring waktu.
Pada 27 Oktober 1945, Komodor Udara Agustinus Adisutjipto, yang kelak dikenal sebagai Bapak Penerbangan Indonesia, menerbangkan pesawat Cureng dari Lapangan Udara Maguwo Yogyakarta (sekarang Lanud Adisucipto).
Pesawat ini merupakan hasil rampasan tentara Jepang yang telah direstorasi dan dicat ulang dengan simbol bendera merah putih. Penerbangan tersebut berlangsung hanya sehari sebelum peringatan Hari Sumpah Pemuda, menambah kedalaman makna bagi semangat nasionalisme yang berkobar di tengah perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Sebelumnya, Hari Penerbangan Nasional diperingati setiap 9 April hingga tahun 1974. Namun, tanggal tersebut tidak memiliki dasar historis yang kuat dan tidak didukung ketetapan hukum. Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk mengubahnya menjadi 27 Oktober, sebuah tanggal yang mencerminkan momen krusial dalam sejarah penerbangan Indonesia pasca kemerdekaan.
Penerbangan Agustinus Adisutjipto tidak hanya sekadar sebuah terbang, itu adalah simbol keberanian dan semangat juang. Meskipun pesawat-pesawat di Lanud Maguwo dalam kondisi rusak, semangat para teknisi Indonesia yang gigih memperbaiki pesawat menjadi inspirasi bagi bangsa yang baru merdeka. Lingkaran merah putih yang menghiasi pesawat bukan hanya sekadar cat, itu adalah lambang identitas dan kebanggaan nasional.
Dari peristiwa ini, terdapat empat semangat yang dapat kita ambil:
Semangat inilah yang menjadi jiwa dari Hari Penerbangan Nasional, mengingatkan kita akan perjuangan para pendahulu dalam mempertahankan kedaulatan bangsa.
Kini, pesawat Cureng yang bersejarah telah direstorasi dan disimpan di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta. Tempat ini bukan hanya menjadi saksi bisu sejarah, tetapi juga sebagai pengingat akan perjuangan dan semangat nasionalisme yang membara dalam jiwa setiap warga negara.
Dengan mengenang peristiwa bersejarah ini, kita diingatkan akan pentingnya keberanian dan semangat juang yang tak pernah padam, yang terus mengalir dalam setiap penerbangan yang kita lakukan hari ini. Selamat Hari Penerbangan Nasional! (bps/kememkeu/Z-3)
Pesawat ATR 42-500 yang berangkat dari Bandara Adisutjipto ke Makassar dipastikan telah melalui seluruh prosedur penerbangan sesuai standar bandara.
Secara sederhana, hilang kontak adalah kondisi di mana komunikasi dua arah antara pilot di dalam kokpit dengan petugas pengatur lalu lintas udara atau Air Traffic Control (ATC) terputus.
Selama 2025, Bandara Internasional Juanda melayani total 43 rute penerbangan. Terdiri dari 32 rute domestik dan 11 rute internasional.
Cuaca ekstrem tersebut berdampak sementara terhadap operasional penerbangan berupa holding kedatangan dan keberangkatan, serta pengalihan (divert) sejumlah pesawat.
Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Glenny H Kairupan menegaskan tidak ada awak kabin yang mengalami cedera serius dalam insiden turbulensi penerbangan GA 712 rute Jakarta–Sydney.
Daftar maskapai paling sering delay di dunia sepanjang 2025. Ryanair, easyJet, Frontier hingga JetBlue mencatat tingkat keterlambatan tertinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved