Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBIJAKAN harga gas bumi tertentu (HGBT) diteruskan di tahun ini untuk usaha industri berkelanjutan. Namun, program pemberian harga gas murah sebesar US$6 per million british thermal unit (mmbtu) untuk tujuh sektor industri perlu dievaluasi.
Itu ditegaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif. Evaluasi dilakukan lantaran serapan gas murah untuk industri masih belum optimal.
Adapun tujuh sektor penikmat HGBT saat ini ialah sektor industri pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca, hingga sarung tangan karet.
Baca juga : Kebijakan Harga Gas Berdampak pada Pertanian
"ESDM maunya melanjutkan kebijakan ini tetapi perlu evaluasi. Gas yang dialokasikan untuk industri tidak terserap 100%," ujar Arifin di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (8/3).
Ia menjelaskan dalam waktu dekat evaluasi penerapan HGBT akan dilakukan Kementerian ESDM bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Kementerian Keuangan. Evaluasi tersebut untuk mengukur dampak dari kebijakan tersebut karena berpengaruh pada penerimaan negara.
"Kita akan minta minggu ketiga ini duduk bersama dengan Kemenperin dan Kementerian Keuangan. Kita tidak mengurangi kuota, tetapi serapan gas HGBT tidak terserap 100% dari total alokasi," ungkap Menteri ESDM.
Ia membantah jika ada kebijakan yang mempersulit realisasi penyerapan gas murah terhadap industri. Untuk pengaturan penetapan pengguna HGBT, volume gas bumi tertentu dan penyesuaian harga gas bumi telah diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Pengguna Gas Bumi Tertentu dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri
"Enggak ada (kebijakan yang dipersulit). Harga gas masih sangat menentukan daya saing," pungkas Arifin. (Z-2)
Bahlil menyebut proyek kilang minyak terbesar di Indonesia itu sempat mengalami berbagai hambatan serius. Salah satunya insiden kebakaran yang membuat penyelesaiannya molor.
INSTITUTE for Essential Services Reform (IESR) menyoroti capaian rata-rata lifting minyak bumi (termasuk Natural Gas Liquid/NGL) pada 2025 sebesar 605,3 ribu barrel per hari.
Maraknya warga yang mengambil air dari lubang sinkhole di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendapat perhatian serius dari Badan Geologi Kementerian ESDM.
Kementerian ESDM menurunkan tim ahli dari Badan Geologi Bandung, untuk mengkaji fenomena sinkhole di kawasan pertanian Pombatan, Jorong Tepi, Kabupaten Limapuluh Kota.
Kementerian ESDM mengerahkan tim pakar dari Badan Geologi Bandung untuk menelusuri penyebab munculnya fenomena tanah amblas atau sinkhole di area pertanian warga Jorong Tepi, Limapuluh Kota
Kementerian ESDM menargetkan uji coba program mandatori campuran bahan bakar nabati (BBN) biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 50% (B50) pada BBM jenis solar dapat terealisasi pada 2026.
Mantan Menteri ESDM Arifin Tasrif diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk penyelidikan terkait pengelolaan mineral atau pertambangan di wilayah Indonesia bagian timur.
Bahlil Lahadalia sebagai menteri ESDM baru mengaku hanya akan melanjutkan program-program dan kinerja baik yang sudah dilakukan menteri sebelumnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang saat ini diduduki Arifin Tasrif akan diganti oleh Menteri BKPM Bahlil Lahadalia
Pemerintah memproyeksikan target lifting atau produksi siap jual minyak dan gas (migas) bumi di tahun depan lebih rendah dibandingkan target di 2024.
Menteri ESDM Arifin Tasrif melakukan kunjungan ke Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, untuk pengecekan langsung perkembangan proyek.
MENTERI ESDM Arifin Tasrif tidak mengelak, tetapi juga tidak mengaminkan ketika menanggapi isu reshuffle menteri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved