Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mengungkapkan Indonesia tak ingin mengkompromikan ketahanan energi dalam bertransisi menuju energi yang bersih dan berkelanjutan dalam rangka mencapai sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs).
Artinya, Indonesia bertekad menjaga ketahanan pasokan energi selagi berupaya beralih ke energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Sumber Daya Energi Mineral dan Pertambangan Kementerian PPN/Bappenas Nizhar Marizi dalam
Konferensi Tahunan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs Annual Conference (SAC) 2023 di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Selasa.
Kebijakan transisi energi diarahkan untuk mewujudkan NZE (Net Zero Emissions) di tahun 2060 atau lebih cepat.
Kebijakan transisi tersebut tidak hanya mengenai bagaimana kita bertransisi menuju energi yang bersih, tetapi juga bagaimana mewujudkan
transisi dan penyediaan energi yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan.
"Sementara kebijakan ketahanan energi dilaksanakan melalui diversifikasi energi dan konservasi untuk meningkatkan ketahanan pasokan
energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan," katanya.
Hal itu disampaikan;dalam Sesi Paralel 5 dengan tajuk Transisi Energi: Energi Bersih dan Terbarukan untuk Kemandirian Pangan dan Pertanian Berkelanjutan.
Upaya mengembangkan energi berkelanjutan dan ramah lingkungan merupakan salah satu elemen untuk mendukung pencapaian SDGs di tanah air.
Kegiatan SAC 2023 yang mengangkat tema ;Air, Energi, dan Pertanian Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan menunjukkan bahwa ada
keterkaitan antara energi dan dua elemen lainnya dalam upaya mencapai ejumlah target SDGs di Indonesia.
Penentuan tema tersebut sesuai fokus SDGs, yaitu Tujuan 2 Tanpa Kelaparan, Tujuan 6 Air Bersih dan Sanitasi Layak, Tujuan 7 Energi Bersih dan Terjangkau, serta Tujuan 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
"Keterkaitan dan bagaimana ketiganya saling mempengaruhi yang kita kenal sebagai The Nexus of Food, Energy, and Water yang menjadi salah satu upaya prioritas dalam pembangunan kita 20 tahun ke depan," ucapnya.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 yang memuat strategi besar untuk 8 agenda pembangunan yang dijabarkan dalam 17 tujuan pembangunan dan 45 indikator utama, transisi dan ketahanan energi menjadi dua fokus kunci pelaksanaan agenda pembangunan RPJPN tersebut.
Untuk menuju ketahanan pangan berkelanjutan, energi memiliki peran penting dalam proses produksi, distribusi, hingga pengolahan hasil pangan dan pertanian. Karena itu, pelaksanaan transisi energi harus dilakukan dengan tetap memperhatikan dan memenuhi kebutuhan energi domestik, termasuk untuk mendukung kemandirian pangan dan pertanian berkelanjutan.
"Ketahanan pangan adalah salah satu modal dasar bagi kita untuk membangun sumber daya yang tangguh dan kompeten," ungkap Nizhar.
Di dalam sektor pangan dan pertanian melalui pemanfaatan energi terbarukan, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk mencari solusi terhadap keterbatasan yang dihadapi, serta bagaimana strategi pencapaian mewujudkan beberapa tujuan SDGs secara sinergis dan saling menguatkan.
"Cita-cita besar ini tentunya perlu peran serta semua pihak. No one left behind yang menjadi prinsip pelaksanaan SDGs tidak hanya berarti dari sisi kemanfaatan untuk semua, namun harus memberikan kesempatan yang sama untuk semua pihak untuk berkontribusi dan berperan dalam pencapaiannya. Kolaborasi lintas sektor, lintas wilayah, dan lintas pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan mewujudkan cita-cita tersebut," ujar dia. (Ant/E-1)
Sebagai agenda pembangunan global, SDGs diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui aksi-aksi terukur di lapangan.
Filantropi berperan penting memperkuat UMK dan ekonomi rakyat lewat pendanaan, pendampingan, dan kolaborasi demi pembangunan berkelanjutan dan inklusif.
Di tengah upaya pembangunan SDGs, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana sumber daya dapat dimobilisasi untuk menutup kesenjangan pembangunanĀ
Corporate Forum for Community Development (CFCD) menggelar Penganugerahan Indonesia CSR Award (ICA) ke-12 dan Indonesia SDGs Award (ISDA) ke-10 Tahun 2025.
UMJ mewisuda 1.558 lulusan pada Periode II Tahun 2025, menegaskan komitmen pendidikan inklusif, riset berbasis SDGs, dan kesiapan menghadapi transformasi digital.
Melalui penghargaan ini, komitmen Sido Muncul dalam memperkuat praktik pembangunan berkelanjutan di lingkungan perusahaan semakin tidak bisa terbantahkan
INDUSTRI panas bumi memiliki prospek baik dalam mendukung pencapaian target pemerintah dalam memperluas kapasitas pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT).
Pemerintah terus memperkuat arah kebijakan energi nasional dengan mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Langkah iniĀ untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Langkah pemerintah dalam memperluas pemanfaatan EBT sudah berada di jalur yang tepat.
Indonesia Solar Summit (ISS) 2025 mengambil tema Solarizing Indonesia: Powering Equity, Economy, and Climate Action.
Instalasi panel surya merupakan lanjutan dari proyek serupa di kantor pusat Mowilex di Jakarta pada 2022 lalu.
PRESIDEN Prabowo Subianto meresmikan sebanyak 55 pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) yang tersebar di 15 provinsi, termasuk milik Medco.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved