Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PT PLN (Persero) menjalin nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan perusahaan asal Korea Selatan, Karbon Korea Co., Ltd. terkait impelementasi penerapan teknologi penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (carbon capture utilization and storage/CCUS) di sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara.
Penandatangan naskah MoU dilakukan di Jakarta, Kamis (7/9).
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menuturkan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan seperti CCUS diperlukan untuk menekan emisi karbon dari pembangkit berbahan bakar fosil itu.
“Kami telah menghapus 13 gigawatt (GW) energi fosil dari rencana usaha penambahan tenaga listrik (RUPTL), dan kami akan melakukan pembersihan yang lebih besar lagi lewat teknologi CCUS," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (9/9).
Darmawan menekankan pentingnya kolaborasi dalam upaya memerangi perubahan iklim. Bekerja sama dengan Karbon Korea, PLN akan menyiapkan pola bisnis yang menarik guna meningkatkan keberlanjutan pembangkitan listrik.
“Saya mendengar banyak laporan tentang Karbon Korea yang merupakan lembaga terbaik dalam teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon. Banyak pola dan inovasi yang bisa kita kembangkan dari kerja sama ini," ucapnya.
Sebelumnya, Darmawan mengatakan sejumlah PLTU yang akan menggunakan CCUS di antaranya adalah PLTU Suralaya, PLTU Tanjung Jati B, PLTU Paiton, PLTU Indramayu, Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Lorok dan PLTGU Muara Tawar.
Dirut PLN menambahkan dalam MoU dengan Karbon Korea, kedua pihak sepakat untuk segera melakukan studi bersama terkait pengembangan energi berkelanjutan, transfer ilmu dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) PLN. Dijelaskan juga bahwa studi bersama ini merambah tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga komersial CCUS.
Penggunaan CCUS dinilai strategis karena karbon yang ditangkap bisa dikonversi menjadi produk lain seperti metanol, asam format, hingga dimetil eter. Sementara untuk CO2 yang tidak dikonversi bisa digunakan untuk melakukan meningkatkan laju produksi minyak dari suatu sumur dengan teknologi enhanched oil recovery (EOR) atau enhanched gas recovery (EGS).
Advisor Korea Carbon, Won-Dong Cho mengutarakan pada awalnya kedatangan pihaknya untuk menghadiri undangan Presiden RI Joko Widodo dalam agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-43 di Jakarta. Pihaknya pun menyambut baik penandatanganan kesepahaman kerja sama dengan PLN dalam memerangi perubahan iklim global.
"MoU ini adalah awal dari kerja sama dengan PLN dan kehadiran kami di sini untuk mewujudkan komitmen kami dalam mengakselerasi transisi energi," pungkasnya. (E-1)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
PT Medco Energi Internasional, melalui anak usahanya Medco E&P Grissik, memperkuat upaya pengurangan emisi melalui penerapan nitrogen gas blanketing.
Upaya efisiensi operasional di sektor pelayaran mulai menghasilkan dampak nyata bagi kinerja lingkungan.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Peneliti Universitas Rochester berhasil menyulap tungsten karbida menjadi katalis yang lebih hebat dari platinum untuk mendaur ulang plastik dan mengolah CO2.
TruCarbon membuka akses program percobaan TruCount secara gratis khusus bagi perusahaan tercatat Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 Januari–30 Juni 2026.
Pelatih tim nasional futsal Indonesia Hector Souto menyebut Korea Selatan sebagai salah satu lawan yang menunjukkan konsistensi pertahanan tinggi.
Ajang Business Matching Indonesia–Korea sukses digelar pada 21 Januari 2026 di Marina Bay Seoul Hotel & Resort, Korea Selatan.
Jika Indonesia berada di Grup A bersama Korea Selatan, Irak, dan Kirgiztan, maka Tajikistan dan Jepang menghuni Grup C bersama Uzbekistan dan Australia.
YOON Suk-hwa, tokoh besar dalam kancah teater modern Korea, meninggal dunia pada Selasa pagi di usia 69 tahun setelah berjuang melawan tumor otak. Ia mengembuskan napas terakhir di Seoul
Lebih dari sekadar makanan vegetarian, sajian kuliner wihara mencerminkan filosofi yang menghormati seluruh kehidupan, kesahajaan, dan rasa syukur.
Festival ini digelar beriringan dengan Korean Day ke-20 yang diselenggarakan Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea, Fakultas Ilmu Budaya UGM.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved