Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mengalami sideways, produk Reksa Dana dari PT Danareksa Investment Management (DIM) yaitu Danareksa Balanced Regular Income Fund (BRIF) hingga 19 Juni 2023 YTD mencatatkan Asset Under Management (AUM) sebesar Rp1.24 Triliun.
Jumlah AUM dari produk Reksa Dana andalan DIM ini mengalami kenaikan signifikan dalam kurun waktu 6 bulan. Sebagai informasi, di posisi 19 Desember 2022 AUM dari produk Reksa Dana Unggulan DIM ini berada di angka sebesar Rp105,3 Miliar.
"Pencapaian luar biasa kinerja produk Reksa Dana Danareksa Balanced Regular Income Fund (BRIF) ini tentunya menjadi hal positif. Disisi lain, produk ini bisa menjadi pilihan masyarakat investor ditengah IHSG yang tengah mengalam
Baca juga : Kelola Aset untuk Masa Depan yang Lebih Cerah Bersama Financial Advisor dari BRI Prioritas
Produk Reksa Dana Danareksa Balanced Regular Income Fund (BRIF), merupakan produk unggulan dari DIM, yang memiliki strategi memaksimalkan komposisi investasi pada Instrumen Obligasi,dengan menekankan pada Obligasi yang memberikan dividen setiap bulan.
Hal ini bertujuan untuk memberikan imbal hasil dalam bentuk dividen secara berkala. Produk Reksa Dana Danareksa Balanced Regular Income Fund (BRIF) ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan Reksa Dana campuran pada umumnya yang mengalokasikan dana ke berbagai jenis instrumen investasi, seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang.
Terkait kinerja produk Reksa Dana Danareksa Balanced Regular Income Fund (BRIF), berdasarkan data INFOVESTA kinerja 1 tahun terakhir dengan data per 19 Juni 2023, total return dana untuk Reksa Dana Danareksa Balanced Regular Income Fund (BRIF) adalah sebesar 6.02%.
Baca juga : Dana Kelolaan Reksa Dana BRI Manajemen Investasi Tumbuh 13% di 2023
Kinerja Reksa Dana ini lebih baik dibandingkan dengan rata-rata kinerja Reksa Dana Campuran di Industri yang tergabung dalam Infovesta Balanced Fund Index yang tercatat sebesar 1,46%.
Marsangap mengaku optimistis produk Reksa Dana Danareksa Balanced Regular Income Fund (BRIF) kedepan akan terus mencatatkan kinerja positif. Hal ini karena Reksa Dana ini didukung oleh katalis-katalis positif dari sisi domestik makroekonomi Indonesia, diantaranya yaitu Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2024 tetap berada di kisaran sekitar 5%.
Stabilitas inflasi diperkirakan dipertahankan dalam rentang 1,5 hingga 3,5%, yang berdasarkan faktor eksternal yang menunjukkan volatilitas harga komoditas yang relatif rendah dibandingkan dengan tahun 2022.
Baca juga : Beragam Pilihan Reksa Dana sebagai Alternatif Instrumen Investasi yang Menarik
"Selain itu, ada faktor berupa peningkatan kinerja tim pengendali inflasi di tingkat pusat dan daerah, serta suku bunga Indonesia untuk Surat Berharga Negara (SBN) dengan tenor 10 tahun diproyeksikan menguat menjadi 6%," ujarnya.
Berdasarkan semua katalis di atas dan adanya potensi penurunan suku bunga, Danareksa Balanced Regular Income Fund (BRIF) yang banyak berinvestasi pada instrumen surat utang, dan juga memiliki manfaat utama berupa dividen setiap bulannya dan sebagai diversifikasi investasi.
"Diharapkan akan mampu memberikan kinerja yang lebih baik dari sisi Nilai Aktiva Bersih sampai dengan akhir tahun 2023," pungkasnya. (RO/Z-5)
DIPLOMASI energi yang dilakukan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Tokyo, Jepang, dinilai menjadi sinyal kuat pergeseran posisi Indonesia dalam peta kekuatan global.
Otorita IKN telah mengeluarkan 65 perjanjian kerja sama senilai sekitar Rp70 triliun untuk mempercepat pembangunan di Kalimantan Timur.
Kerja sama ini akan fokus pada penerapan jangka panjang teknologi artificial intelligence (AI)/kecerdasan buatan pada bidang keuangan.
Bear market adalah kondisi pasar ketika harga aset turun secara signifikan dan berlangsung dalam periode yang relatif panjang.
KETIDAKPASTIAN ekonomi global membuat aktivitas merger dan akuisisi (M&A) segmen menengah atau mid-market melambat sepanjang 2025.
Pada Desember 2025 porsi konsumsi tercatat sebesar 74,3% kemudian turun menjadi 72,3% pada Januari 2026 dan kembali menurun menjadi 71,6% pada Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved