Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
INFLASI Tiongkok kembali mendatar pada Mei. Angka resmi menunjukkan itu pada Jumat (9/6). Ini karena ekonomi negara itu melemah karena melemahnya permintaan dan turunnya ekspor sehingga muncul seruan untuk penurunan suku bunga dan stimulus pemerintah yang lebih besar.
"Indeks harga konsumen (CPI) naik 0,2% selama satu tahun dari 0,1% di April," kata Biro Statistik Nasional (NBS). Angka tersebut sejalan dengan ekspektasi analis yang disurvei oleh Bloomberg.
Beijing telah mempertahankan suku bunga rendah dibandingkan dengan ekonomi utama lain. Namun, inflasi yang mendekati nol menyoroti tantangan yang dihadapi oleh pembuat kebijakan saat mereka mencoba untuk merangsang ekonomi.
Baca juga: Ekspor Tiongkok Turun ke 7,5% pada Mei
Ekonom top dan penasihat pemerintah Liu Yuanchun pada Kamis (8/6) meminta regulator untuk memangkas biaya pinjaman lebih lanjut untuk meringankan beban pembiayaan usaha swasta kecil dan menengah. Biaya pinjaman perusahaan swasta melebihi perusahaan besar milik negara, kata Liu, menurut Bloomberg News.
"Perusahaan besar milik negara menikmati tingkat bunga pinjaman lebih rendah dari 1,8%, tetapi banyak perusahaan swasta harus membayar hampir 9%," katanya di sela-sela Forum Lujiazui di Shanghai. "Akan lebih baik jika penurunan suku bunga datang sebagai bagian dari paket kebijakan dukungan," katanya.
Baca juga: OECD Naikkan Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2023
Enam bank komersial milik negara terbesar di Tiongkok memotong suku bunga untuk penabung pada Kamis untuk meningkatkan pengeluaran, menurut pengumuman di situs web mereka, setelah diminta oleh bank sentral. Indeks harga produsen (PPI) negara itu--yang mengukur harga yang dibayar oleh grosir--turun 4,6% lebih besar dari perkiraan pada Mei--dari penurunan 3,6% pada April--dan penurunan terbesar sejak 2016.
PPI telah jatuh selama delapan bulan berturut-turut karena permintaan domestik yang lesu dan biaya komoditas yang lebih rendah. Data ekonomi lain yang dirilis baru-baru ini juga menandakan pelemahan ekonomi terbesar kedua di dunia itu, meskipun aturan pandemi yang ketat telah dicabut pada akhir tahun lalu.
Ekspor merosot pada Mei untuk pertama kali sejak Februari, media pemerintah melaporkan awal pekan ini, mematahkan rekor pertumbuhan dua bulan karena rebound pascacovid-19 memudar. Perekonomian Tiongkok terbebani oleh sektor properti yang sarat utang dan perlambatan ekonomi global.
"Risiko deflasi masih membebani perekonomian," kata Zhiwei Zhang, Kepala Ekonom di Pinpoint Asset Management. "Pemerintah belum mengirimkan sinyal yang jelas tentang potensi stimulus kebijakan," katanya seraya menambahkan bahwa tinjauan kebijakan putaran berikutnya mungkin dilakukan setelah Juli.
Analis dari Capital Economics mengatakan, "Kami masih berpikir pengetatan pasar tenaga kerja pada akhirnya akan memberikan tekanan pada inflasi akhir tahun ini." (AFP/Z-2)
LEDAKAN hebat di sebuah pabrik bioteknologi di Provinsi Shanxi, Tiongkok Utara, menewaskan delapan orang dan kembali menyoroti persoalan keselamatan kerja
Penggabungan potensi budaya Indonesia yang kaya dengan teknologi maju Tiongkok merupakan formula tepat untuk menembus pasar global.
MoU ini fokus pada dua sektor utama. Yakni energi hijau dan ketahanan pangan.
Pemerintah Tiongkok menyatakan penyesalan atas berakhirnya Perjanjian New START antara AS dan Rusia. Beijing mendesak Washington melanjutkan dialog dengan Moskow.
UNICEF memberikan apresiasi tinggi atas komitmen kepemimpinan Indonesia dalam membangun kualitas generasi masa depan melalui penguatan gizi ibu dan anak.
Industri baja nasional tengah menghadapi tekanan global dan tantangan struktural, termasuk masuknya produk baja impor berharga rendah yang menekan daya saing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved