Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
DIPLOMAT Success Challenge (DSC) telah merampungkan rangkaian programnya di tahun 2022.
Ekosistem dan kompetisi wirausaha terbesar di Indonesia yang telah eksis sejak tahun 2010 ini, kembali menjadi ‘rumah’ bagi para challengers yang berhasil mendapatkan hibah modal usaha.
Proses seleksi hingga final penjurian telah berjalan sejak bulan Juni 2022. Pada perayaan malam final melalui webseries di kanal YouTube resmi Diplomat Sukses, terpilihlah enam challengers yang berhasil mendapatkan hibah modal usaha.
Enam challengers adalah Dara Zam Chairyah (Denger-inD), I Kadek Karya Yoga Utama (RDNB Jewelry), Hedar (Nasi Kulit Syuurga), Diva Velda Hanifa (OhMyGethuk), Yessie Natasia Mareti (YORRI Eatery), serta Best of the Best DSC 2022, Ria Ellysa dengan bisnis inovatif ready-to-drink meal yaitu OTERRA.
Selain para penerima hibah modal usaha, penghargaan istimewa sebagai Most Potential Business sukses disandang oleh Yodan Tunggul Pranata (Troya Academic Platform) dan Muhammad Fikri (Rumah Ice Cream Indonesia).
Para finalis DSC 2022 akan mendapatkan kesempatan pendampingan bisnis dari DSC selama 2 tahun ke depan, serta secara resmi bergabung dengan jejaring wirausaha Diplomat Entrepreneur Network (DEN).
Baca juga: Berhenti Bekerja, Adi Sukses sebagai Pembudi Daya Ikan Nila
“Kami bersyukur, di tahun penyelenggaraan ke-13 ini DSC semakin menunjukkan eksistensinya, tidak hanya sebagai sebuah inkubator kewirausahaan, namun menjadi ekosistem wirausaha yang terintegrasi dan dapat menjadi benchmark bagi pertumbuhan ekonomi negara yang kita cintai ini," ujar Ronald Walla, Direktur Utama PT Wismilak Inti Makmur Tbk dalam keterangan, Selasa (24/1).
"Selamat kepada para challengers yang menerima hibah modal usaha. Kami tunggu gebrakan kalian secara nyata,” kata Ronald Walla.
Kategori Makanan & Minuman Mendominasi Kompetisi
Sejak awal dibukanya pendaftaran pada tanggal 8 Juni 2022 hingga ditutup pada 19 September 2022, secara total DSC meraih total 23.657 pendaftar. Dalam gelaran DSC beberapa tahun ke belakang, kategori bisnis makanan & minuman (F&B) terus mendominasi.
Bahkan di tahun ini, DSC 2022 menerima sebanyak lebih dari 40% bisnis F&B, yang berarti bahwa kategori bisnis ini masih menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin berwirausaha.
“Di tahun 2022 ini, DSC menyaksikan banyak produk F&B yang inovatif serta kreatif. Terbukti dari 8 finalis DSC 2022, tidak kurang dari 5 finalis merupakan kategori bisnis F&B, baik dalam kemasan maupun format restoran," ungkap Surjanto Yasaputera, Ketua Dewan Komisoner sekaligus Founding Father DSC.
"Tidak hanya dari sisi inovasi dan kreativitas, beberapa produk para challengers tahun ini juga membawa solusi akan permasalahan yang ada di tengah masyarakat," jelasnya.
"Manfaat ini lah yang ingin terus kami hadirkan melalui DSC, melalui kiprah para challengers tiap tahunnya,” ujar Surjanto.
Penghargaan Best of the Best DSC 2022 juga jatuh pada kategori bisnis F&B, yaitu OTERRA yang dibesut oleh Ria Ellysa.
OTERRA merupakan produk Ready-to-Drink Meal atau minuman pengganti makanan yang berbahan dasar superfood nabati ramah lingkungan.
OTERRA hadir sebagai solusi nutrisi cepat dan mudah, yang dapat dikonsumsi setiap hari, bahkan dapat dikonsumsi sebagai detoksifikasi untuk beberapa masalah pencernaan.
Menurut Coach DSC 2022, Andanu Prasetyo yang juga CEO MAKA Group dan Founder Toko Kopi Tuku, banyak pengusaha baru yang memulai debut bisnisnya lewat kategori F&B mungkin dikarenakan secara model bisnis lebih mudah membayangkan proses end-to-end-nya.
“Karena kemudahan ini, persaingan di dunia F&B pun akan terus menantang. Namun, yakinlah dengan semakin banyaknya pemain, akan semakin besar pula market size bisnis ini," jelas Andanu.
"Maka dari itu, temukan diferensiasi produk. Bangun brand dan narasi yang kuat. Jangan takut mencari peluang dari bisnis F&B,” tuturnya.
“Untuk dapat bertahan di skena pasar bisnis F&B yang sangat saturated ini, tentunya OTERRA harus melakukan pengembangan di banyak sisi bisnis, terutama dalam membangun brand awareness dan message yang bisa diterima dengan baik oleh masyarakat," tutur Ria Ellysa, CEO & Co-founder OTERRA.
"Maka dari itu, OTERRA sangat bersyukur bisa bergabung dalam DSC di mana banyak hal baru dan krusial telah kami pelajari untuk pengembangan bisnis ke depannya,” ujar Ria.
Ria Ellysa dengan bisnisnya OTERRA didapuk sebagai Best of the Best DSC 2022, penghargaan langsung diserahkan oleh Ronald Walla, Direktur Utama PT Wismilak Intimakmur Tbk.
Lebih jauh lagi mengenai motivasi mengikuti DSC 2022 dan rencana bisnis ke depan setelah mendapatkan hibah modal usaha, Ria, begitu ia disapa, mengungkapkan kebanggaannya.
“Hibah modal usaha yang didapatkan OTERRA akan kami manfaatkan untuk penguatan brand awareness, membangun komunitas, dan pengembangan research & development produk-produk baru,” pungkas Ria lebih jauh.
Malam penjurian dan penghargaan DSC 2022 dapat disaksikan lewat web series DSC 2022 episode final di kanal YouTube resmi Diplomat Sukses, serta di situs diplomatsukses.com yang telah tayang pada Jumat, 20 Januari 2023 pukul 19:00 WIB.
Soal keberlanjutan program ini, Edric Chandra selaku Program Initiator DSC, mengungkapkan,“Pastinya DSC 2023 akan segera menyapa. Kita akan terus konsisten untuk hadir, berkomitmen untuk menjadi ekosistem bagi wirausahawan Indonesia."
"Tahun 2023 akan menjadi DSC yang spesial, karena bersama kita dapat menghadirkan hal positif di tengah ketidakpastian ekonomi global yang diprediksi akan menjadi tantangan Indonesia. Sampai bertemu di DSC selanjutnya!” jelasnya.
Penyelenggaraan DSC 2022 tidak lepas dari proses kolaborasi dengan berbagai pihak dan komunitas, di antaranya menyelenggarakan berbagai webinar, workshop, Podcast Helmy Yahya Bicara, fasilitas inkubasi oleh Global Reporting Initiatives (GRI), ASYX, dan Supernova Ecosystem, webinar bersama Asosiasi UMKM Apindo (AUA) dan Smesco, serta sejumlah webinar dan workshop bersama Markplus Institute. (RO/OL-09)
Kehadiran Prabowo dalam forum tersebut menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi strategis dengan Inggris.
Tantangan pelaku usaha terkini yaitu cara mengelola kolaborasi tim, komunikasi, dan proses kerja secara efisien dalam satu sistem yang terintegrasi.
Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban.
BISNIS dan sufisme sebenarnya dua wilayah yang berbeda. Ketika orang berbicara tentang bisnis, ia akan segera lari kepada keuntungan-keuntunngan ekonomis.
MILITER Amerika Serikat (AS) mulai mengalihkan perhatian ke kawasan selatan. Sektor pertahanan kini melihat bisnis besar untuk menyuplai peralatan bagi jenis perang berbeda.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Salah satu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Widayani Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema 'Edukasi kewirausahaan sejak usia dini.
Gus Falah menegaskan, adalah keharusan bagi santri untuk menguasai berbagai bidang, mulai dari teknologi, sains, politik, hingga kewirausahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved