Senin 23 Januari 2023, 16:43 WIB

Konflik Rusia Ukraina Masih Berlangsung, Investasi Asing Diperkirakan Melambat di 2023

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Konflik Rusia Ukraina Masih Berlangsung, Investasi Asing Diperkirakan Melambat di 2023

Antara
Foto udara pembangunan hotel baru di Padang, Sumatera Barat, beberapa waktu lalu.

 

DANAREKSA Research Institute (DRI) memperkirakan investasi asing pada tahun 2023 diperkirakan melambat karena masih berlangsungnya konflik Rusia-Ukraina.

Di sisi lain, akan terjadi diversifikasi investasi asing di negara berkembang akibat kebijakan pengendalian covid-19 di Tiongkok, yang menghambat aktivitas manufaktur.

Investasi asing (FDI) global pada 2021, merujuk pada data World Investment Report, menunjukkan sebesar US$1.582 miliar atau tumbuh 64%, dengan proporsi US$837 miliar pada negara berkembang dan US$746 miliar pada negara maju. Namun angka ini diestimasikan turun di 2022, akibat konflik Rusia - Ukraina.

Di ASEAN-5, investasi asing pada 2022 sudah kembali pulih dan melebihi level sebelum pandemi. Pertumbuhan tersebut sebagian besar disumbangkan oleh Malaysia.

Pada 2022, FDI Malaysia, Vietnam, dan Indonesia mencakup 90,17% dari FDI ASEAN-5. Secara rata-rata, dalam 5 tahun terakhir FDI Malaysia tumbuh sebesar 11,28% per tahun, sedangkan FDI Vietnam dan Indonesia tumbuh masing-masing sebesar -5,03% dan -0,03% per tahun.

“Investasi asing di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di ASEAN-5. Investasi tersebut sebagian besar pada sektor manufaktur, sektor transportasi, dan sektor jasa keuangan. Namun, investasi asing ke sektor manufaktur Indonesia masih lebih rendah dibandingkan ke Malaysia ataupun Vietnam,” kata Chief Economist Danareksa Research Institute Rima Prama Artha, dalam hasil riset DRI Pulse Januari 2023.

Berdasarkan sektor, FDI di Malaysia dan Vietnam sebagian besar disumbangkan oleh sektor manufaktur yang tumbuh positif dalam 5 tahun terakhir. Pada 2022, sektor manufaktur Malaysia dan Vietnam masing-masing porsinya sebesar 51,81% dan 60,62%.

“FDI di Indonesia didominasi oleh FDI pada sektor manufaktur, meskipun porsinya tidak sebesar di Malaysia atau Vietnam. Program hilirisasi industri yang fokus pada sektor pertanian, tambang, dan mineral diharapkan akan meningkatkan investasi asing di sektor manufaktur,” kata Rima.

Realisasi investasi asing dan domestik di Indonesia terus tumbuh, namun kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi relatif menurun utamanya sejak pandemi covid-19 pada 2020. Penurunan porsi investasi pada perekonomian domestik lebih besar dipengaruhi oleh dinamika perekonomian global.

“Seperti taper tantrum di 2013, Covid-19, dan konflik Rusia-Ukraina,” kata Rima. (E-3)

Baca Juga

Dok.SIG

SBI Raih Juara Pertama Investment Award 2023

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 22:38 WIB
Investasi Pabrik Tuban dinilai perbaiki lingkungan, sosial, dan...
MI/USMAN ISKANDAR

Kondisi Politik akan Menentukan Geliat Ekonomi

👤Ficky Ramadhan 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 18:38 WIB
Para pengusaha ataupun investor juga akan melihat dari track record calon Presiden tersebut untuk menjadi pertimbangan bagi para investor...
ANTARA

Kepemimpinan Kuat Erick Thohir Sedot Investor Besar Dari Luar Negeri

👤Widhoroso 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 18:23 WIB
BUAH kepemimpinan Erick Thohir tiga tahun menahkodai Kementerian BUMN menuai banyak hasil gemilang. Berkat kebijakan Erick Thohir, sejumlah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya