Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR kebijakan publik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Jalaluddin B, mengapresiasi keseriusan Presiden Joko Widodo alias Jokowi dalam mengatasi permasalahan ekonomi. Hal itu tercermin dari besarnya realisasi anggaran sebesar Rp24,17 triliun untuk bantalan sosial (Bansos) untuk rakyat.
Jalaluddin melihat Jokowi sangat serius dalam memberikan solusi lewat sejumlah kebijakan agar ekonomi rakyat terus membaik. Melalui program bantalan sosial yang nilainya besar itu, ia meyakini akan mampu mengtasi kesulitan rakyat.
“Apapun itu bantuan presiden tetap perlu diapresiasi,” kata Jalaluddin kepada wartawan, Minggu (22/1).
Baca juga: DPR Bersyukur Presiden Perhatikan Nasib Pekerja Rumah Tangga
Lanjut Jalaluddin, selain bantalan sosial, upaya pemerintah perlu mendorong penyelesaian masalah ekonomi lewat membuka lapangan kerja, khususnya bagi masyarakat miskin.
“Kalau presiden mau mengentaskan kemiskinan, salah satu caranya adalah membuka lapangan pekerjaan yang pro kepada rakyat miskin. Kalau rakyat kita skill-nya lemah atau kurang diajarkan,” ujarnya.
Dikatakan Jalaluddin, komitmen Jokowi selaras dengan amanat undang-undang negara yang memiliki tanggung jawab untuk menyantuni dan mengangkat martabat anak bangsa. Hingga, kebijakan bantalan sosial dan membuka lapangan kerja adalah langkah konkrit dalam menyelamatkan masa depan masyarakat miskin.
“Negara harus menjadi lembaga atau orang pertama yang menyantuni dan bahkan mengangkat harkat dan martabat anak bangsa,” ucapnya.
Jalaluddin juga meminta agar pengawasan dan pendataan ulang perlu dilakukn agar bantuan-bantuan sosial yang diberikan pemerintah tidak salah sasaran dan harus objektif.
“Saya kira perlu kembali melakukan pendataan ulang yang objektif dan paling penting pengawasan oleh lembaga terkait,” pintanya.
“Agar Bansos itu tidak salah sasaran termasuk peran aktif warga masyarakat untuk melaporkan ke RT, RW, Camat, Lurah, dan seterusnya, jika ada penerima Bansos yg tidak tepat,” tambahnya.
Jalaluddin pun meminta pemerintah perlu melakukan evaluasi terkait penyaluran bantuan-bantuan sosial selama ini.
Bahkan, kata Jalaluddin, pemerintah perlu melakukan riset terkait pengaruh bantuan-bantuan tersebut dalam mengatasi persoalan ekonomi masyarakat, hingga nantinya ke depan menjadi rujukan pemerintah dalam menyalirkan bantuan selanjutnya.
“Saya kira perlu jika mempertimbangkan semacam evaluasi berupa riset sejauh mana pengaruh Bansos tetsebut dalam mengatasi persoalan ekonomi rakyat sehingga nantinya hal tersebut dapat dijadikan rujukan untuk evaluasi Bansos di kemudian hari,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi dinilai sangat serius dalam mengatasi permasalahan ekonomi rakyat. Demi menyukseskan program bantalan sosial, Presiden Jokowi menyuntik anggaran sebesar Rp24,17 triliun. Besarnya anggaran tersebut merupakan komitmen Jokowi dalam mendorong percepatan ekonomi rakyat. (RO/OL-1)
Cek desil bansos 2026 secara online melalui website dan aplikasi Kemensos. Simak cara cek status penerima bansos dan penjelasan fungsi desil.
PEMERINTAH mengucurkan anggaran bantuan sosial (bansos) sebesar Rp17,5 triliun menjelang Lebaran 2026.
Gus Ipul menekankan bahwa akurasi data adalah fondasi utama agar program bantuan sosial (bansos) tidak lagi salah sasaran.
Pemerintah menyediakan dua kanal utama untuk cek penerima bansos Februari 2026 yang bisa diakses secara daring
PEMERINTAH menyiapkan anggaran senilai Rp12,83 triliun untuk paket stimulus ekonomi kuartal I 2026 yang mencakup diskon tiket transportasi, potongan tarif jalan tol, serta bansos.
Masalah tawuran tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan moral atau nasihat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved