Rabu 23 November 2022, 16:34 WIB

Strategi Akuisisi Lanxess Sukses Cetak Kinerja Positif di Tengah Situasi Menantang

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Strategi Akuisisi Lanxess Sukses Cetak Kinerja Positif di Tengah Situasi Menantang

Dok. Lanxess
Fasilitas Lanxess di Cologne, Jerman

 

DI tengah lingkungan yang menantang dengan biaya energi dan bahan mentah yang terus naik, perusahaan bahan kimia khusus Lanxess berhasil mencatatkan kinerja positif di kuartal ketiga 2022.  Penjualan naik signifikan 38,2 persen dari EUR 1,581 miliar pada kuartal yang sama tahun sebelumnya menjadi EUR 2,185 miliar. EBITDA pre exceptionals mencapai EUR 240 juta, naik 4,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya di level EUR 229 juta.

Segmen Consumer Protection yang dibangun secara strategis oleh Grup beberapa tahun terakhir, berkembang sangat positif. Bisnis Microbial Control yang diakuisisi dari perusahaan asal Amerika Serikat International Flavours & Fragrances (IFF) per 1 Juli 2022, berkontribusi signifikan terhadap pendapatan segmen tersebut, demikian pula bisnis Emerald Kalama Chemical yang diakuisisi pada 2021. 

Lanxess meneruskan kenaikan biaya energi dan bahan baku melalui harga jual yang lebih tinggi. Perubahan nilai tukar berpengaruh positif terhadap laba semua segmen, di tengah melemahnya permintaan di beberapa industri pelanggan seperti konstruksi. Margin EBITDA pre exceptionals turun menjadi 11,0 persen dibandingkan 14,5 persen pada kuartal yang sama pada 2021.

“Pencapaian positif ini menunjukkan bahwa strategi kami telah membawa perusahaan ke arah yang benar. Di masa-masa penuh gejolak, kami kini jauh lebih stabil dibandingkan sebelumnya, berkat fokus pada bahan kimia khusus yang tidak terlalu fluktuatif. Di pertengahan tahun, kami kembali memperkuat segmen Consumer Protection dengan mengakuisisi bisnis Microbial Control dari IFF, dan semua ini telah terbayar dalam kuartal terakhir,” ujar Matthias Zachert, Chairman of the Board of Management Lanxess AG. 

“Namun, kami melihat penurunan permintaan di beberapa area dan penurunan volume penjualan secara keseluruhan. Pada kuartal keempat, angin sakal akan bertiup lebih kuat karena berlanjutnya kenaikan harga energi dan ancaman resesi," imbuhnya.

Lanxess telah menentukan panduannya untuk tahun fiskal sepanjang 2022. Grup memprediksikan laba bersih antara EUR 900 juta-EUR 950 juta, atau jauh di atas laba yang telah disesuaikan pada 2021 sebesar EUR 815 juta. Sebelumnya, Grup mengantisipasi pre exceptionals EBITDA di level EUR 900 juta - EUR 1 miliar. Laba bersih dari operasional yang dilanjutkan mencapai EUR 84 juta, dibandingkan EUR 40 juta pada kuartal yang sama tahun lalu.

Baca juga : Lanxess Pamerkan Portofolio Perlindungan Konsumen di in-cosmetics Asia-Thailand

Pada kuartal tiga 2022, segmen Advanced Intermediates mencatatkan harga jual yang lebih tinggi serta dan kenaikan penjualan sebesar 30,5 persen dari EUR 492 juta menjadi EUR 642 juta berkat diteruskannya kenaikan harga bahan baku. 

Perubahan nilai tukar juga berdampak positif pada penjualan. EBITDA pre exceptionals mencapai EUR 65 juta, turun 18,8 persen dari tahun sebelumnya sebesar EUR 80 juta. Grup meneruskan seluruh kenaikan harga bahan baku yang signifikan kepada pelanggan. 

Namun, harga energi yang meningkat pesat, terutama di Jerman, tidak dapat diteruskan sepenuhnya ke konsumen. Di sisi lain, merosotnya volume penjualan akibat melemahnya permintaan serta biaya pengiriman yang tinggi berdampak negatif pada pendapatan. Margin EBITDA pre exceptionals turun menjadi 10,1 persen, dibandingkan 16,3 persen pada kuartal tahun sebelumnya.

Segmen Specialty Additives diuntungkan harga jual yang lebih tinggi, karena Lanxess mampu menanggung semua kenaikan biaya bahan baku dan energi. Perubahan nilai tukar juga memberikan efek positif, sementara volume penjualan berada sedikit di bawah pencapaian tahun sebelumnya. Penjualan pada kuartal ketiga 2022 tumbuh 30,9 persen dari EUR 605 juta menjadi EUR 792 juta. EBITDA pre exceptionals naik 18,6 persen dari EUR 102 juta menjadi EUR 121 juta. Margin EBITDA pre exceptionals mencapai 15,3 persen, dibandingkan 16,9 persen tahun lalu.

Penjualan dan pendapatan segmen Consumer Protection berkembang sangat positif pada kuartal ketiga tahun 2022. Bisnis IFF Microbial Control serta Emerald Kalama Chemical yang baru diakuisisi memberikan kontribusi signifikan. Penjualan tumbuh 60,7 persen menjadi EUR 662 juta, dibandingkan EUR 412 juta di tahun sebelumnya. EBITDA pre exceptionals mencapai EUR 110 juta, naik 66,7 persen dari EUR 66 juta. Margin EBITDA pre exceptionals tercatat 16,6 persen, dibandingkan 16 persen tahun sebelumnya. (RO/OL-7)

Baca Juga

Dok. Petrokimia Gresik

Petrokimia Gresik Raih Platinum Rank di ASRRAT 2022

👤Andhika Prasetyo 🕔Jumat 02 Desember 2022, 23:21 WIB
Penguatan transparansi itu menjadikan hasil penilaian di ajang ASRRAT meningkat dari Gold Rank menjadi Platinum Rank yang merupakan level...
Dok.SIG

SIG Raih Penghargaan Top Sustainable Development Goals pada Ajang Top SDGs Award 2022

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 02 Desember 2022, 22:23 WIB
SIG telah menetapkan tiga pilar sebagai prioritas keberlanjutan Perseroan sebagai kerangka dan acuan strategi perusahaan...
Dok. Bea Cukai

Sinergi Antarinstansi Dorong Implementasi NLE

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 02 Desember 2022, 20:35 WIB
NLE merupakan ekosistem logistik nasional yang menyelaraskan arus lalu lintas barang dan dokumen internasional sejak kedatangan sarana...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya