Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka membangun SDM industri yang selaras dengan kebutuhan industri, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) menyelenggarakan Industrial Vocational Week atau Pekan Vokasi Industri 2022 yang dimulai pada 21 - 24 November 2022.
“Saya menyambut gembira terselenggaranya acara ini, karena melalui kegiatan ini, kita senantiasa berkolaborasi dalam membangun SDM industri yang kompeten agar sejalan dengan kebutuhan industri,” ujar Arus Gunawan, Kepala BPSDMI, pada pembukaan acara Pekan Industri Vokasi di Jakarta, Senin (21/11).
Dalam sambutannya, Arus menjelaskan bahwa pada Triwulan 3 tahun 2022, industri pengolahan merupakan penyumbang terbesar PDB sebesar 17,88%, serta membuka peluang dan lapangan pekerjaan sebanyak 19,17 juta orang.
"Untuk memenuhi kebutuhan sektor industri sekitar 600 ribu tenaga kerja per tahunnya, penyiapan tenaga kerja mulai dari pendidikan di tingkat menengah dan tinggi harus sejalan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia kerja," tambahnya.
Baca juga: Sepanjang 2022, Kemendikbudristek Fasilitasi 1.204 SMK PK
Salah satu langkah menyiapkan SDM industri yang kompeten dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta melalui kolaborasi dengan institusi dalam negeri maupun luar negeri seperti dari Swiss, Jerman, dan Australia.
Hal tersebut direalisasikan melalui Pekan Vokasi Industri 2022, di mana BPSDMI berkolaborasi dengan pihak-pihak yang mendukung pengembangan SDM industri di Indonesia.
Pihak yang mendukung seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, KADIN Indonesia, Prospera (Australia Indonesia Partnership for Economic Development), Axioo Robotic, TVET System Reform (GIZ), SwissContact, S4C (Skills for Competitiveness), dan AmC (Asian Management Consulting).
Pada kesempatan yang sama, Menteri-Konselor (Ekonomi, Infrastruktur dan Investasi) Kedutaan Besar Australia Tim Stapleton mengatakan bahwa pihaknya sangat senang dapat berpartisipasi dalam diskusi 'Matching Skills with Future of Work’ yang menjadi salah satu rangkaian acara Pekan Vokasi Industri 2022.
“Kita dapat melihat bahwa Kemenperin peduli dalam menyiapkan lulusan dari sekolah Vokasi dan Politeknik. Kolaborasi dilakukan melalu analisis dengan mempelajari data siswa, Focus Group Discussion (FGD) dengan pihak industri, serta survey alumni. Hal ini membantu kita untuk mengetahui kondisi pekerjaan di lapangan dan tantangan yang dihadapi," jelas Tim Stapleton.
Selain diskusi ‘Matching Skills with Future of Work’, acara Pekan Vokasi Industri 2022 juga diikuti dengan rangkaian acara lain, seperti diskusi mengenai Praktik-praktik Baik pada Pendidikan Vokasi untuk Penguatan SDM Indonesia pada tanggal 22 November 2022.
Kemudian dilanjutkan dengan "Peran KADIN Indonesia - KADINDA dalam Pendidikan dan Pelatihan Vokasi" serta Membuka Gerbang Teknologi Industri 4.0 Melalui IoT Class pada 23 November 2022.
Lalu diikuti dengan Industry - Driven Vet Good Practices from Indonesia & Switzerland dan Asesmen TVET 4.0 pada 24 November 2022.
Seluruh rangkaian acara Pekan Vokasi Industri dapat diikuti oleh masyarakat umum dengan mendaftar melalui website provokasi.kemenperin.go.id (RO/OL-09)
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Jepang melalui NEDO menawarkan beberapa skema kerja sama penelitian untuk menyiapkan industri di bidang energi baru dan teknologi.
Kedua perguruan tinggi menargetkan kontribusi lebih besar menciptakan pendidikan berkualitas bagi industri dan masyarakat.
Inisiatif ini menyoroti pentingnya hubungan budaya dalam kemitraan yang berkelanjutan antara Australia dan Indonesia.
Kemitraan strategis ini menegaskan posisi Todak Academy sebagai salah satu pemimpin regional dalam pengembangan talenta digital masa depan di kawasan ASEAN.
Kerja sama tersebut menjadi tonggak penting penerapan sanksi sosial sebagai alternatif hukuman pidana,
Pertemuan ini menjadi tonggak awal terbentuknya Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT.
Industri makanan dan minuman Indonesia tumbuh 6,4% pada Triwulan III 2025. Namun, konsumsi susu nasional masih rendah dan ketergantungan impor bahan baku jadi tantangan utama.
PENGUATAN pendidikan vokasi merupakan strategi utama dalam membangun industri nasional yang bernilai tambah tinggi, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
KEPALA Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Doddy Rahadi menyebutkan bahwa pendidikan vokasi menjadi tulang punggung industri.
KEPALA Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan vokasi industri.
Guna mencetak SDM industri yang kompeten, salah satu langkah strategis yang dilakukan Kemenperin adalah penyelenggaraan Pelatihan Industrial-Based Curriculum (IBC).
Program ini merupakan peta jalan strategis untuk mengimplementasikan revolusi industri keempat di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved