Jumat 11 November 2022, 23:28 WIB

Luhut: Dalam 10 Tahun, RI Siap Produksi 3 Juta Mobil Listrik

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Luhut: Dalam 10 Tahun, RI Siap Produksi 3 Juta Mobil Listrik

Antara
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan saat menyampaikan sambutan di Bali.

 

MENKO Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa Indonesia akan memproduksi tiga juta mobil listrik hingga 10 tahun ke depan. 

Hal ini sebagai keseriusan pemerintah dalam mengejar target netralitas karbon pada 2060. Untuk memasok jutaan kendaraan listrik itu, pemerintah menyiapkan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) yang berada di Kalimantan Utara (Kaltara). 

Nantinya, kawasan itu akan memproduksi beragam produk industri bernilai tambah tinggi. Seperti, semikonduktor, electronic alumina, petrokimia dan menghasilkan baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) sebesar 265 gigawatt jam (GWh).

Baca juga: Pemerintah Komitmen Terapkan Green Energi Melalui Kendaraan Listrik di KTT G20

"Kami percaya kawasan industri di Kaltara bisa mulai produksi di 2024. Dengan adanya new energy battery 265 GWh, kami dapat memproduksi sekitar tiga juta mobil listrik hingga 10 tahun ke depan," tutur Luhut, Jumat (11/11).

Secara total, kawasan yang dikenal Green Industrial Park tersebut membutuhkan investasi jumbo sebesar US$132 miliar atau sekitar Rp2.045 triliun. Oleh karena itu, dibutuhkan banyak kerja sama investasi untuk membangun magnet baru industri hijau baru itu.

Indonesia dikatakannya memiliki cadangan nikel terbesar dunia dengan 72 juta ton, atau mencapai 52% dari total cadangan nikel dunia (data 2020). Nikel sangat dibutuhkan, karena sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik.

Untuk memproduksi baterai mobil listrik, pemerintah menggandeng sejumlah perusahaan terkemuka. Seperti, LG Energy Solution dan Contemporary Amperex Technology Co (CATL). Pemerintah juga membuka proses pembangunan industri baterai kendaraan listrik terintegrasi tahap kedua di Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah. 

Baca juga: Kawal KTT G20, TNI Gelar Pasukan dan Kirim Mobil Listrik

Dalam hal ini, LG akan membangun pabrik baterai seluas 275 hektare (ha) dari 1.000 ha yang tersedia di Kawasan Industri Batang. "Kita dapat memproduksi baterai lithium sendiri lewat kerja sama dengan CATL dan juga LG. Kita akan terus genjot untuk kendaraan listrik ini," imbuh Luhut.

Transisi energi menjadi salah satu isu prioritas dalam Presidensi G20. Sebagai tuan rumah G20 tahun ini, Indonesia menyediakan platform bagi para pemimpin dunia untuk mendorong tindakan kolektif dalan kemajuan transisi energi.

"80% masalah polusi dan energi itu berasal dari 20 negara atau G20. Kita berkomitmen untuk memastikan bahwa inklusif dalam pemulihan bersama dan tidak meninggalkan siapa pun," pungkasnya.(OL-11)

Baca Juga

Dok Kemenparekraf

Inilah Upaya Kemenprekraf Tingkatkan Keterampilan SDM Pariwisata, Termasuk Tour Leader

👤Iis Zatnika 🕔Kamis 01 Desember 2022, 07:23 WIB
Terdapat dokumen CBS Sektor Pariwisata yang telah berusia lebih dari lima tahun, sehingga perlu dilakukan kaji...
Antara/Muhammad Adimaja

Dana Menumpuk Akibat Serapan Seret, Kemenkeu : Timbulkan Opportunity Lost

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 01 Desember 2022, 00:21 WIB
Pemda diharapkan segera melaksanakan kontrak dan mempercepat proses pengadaan barang dan jasa setelah perubahan...
Dok.Ist

Jasa Interior Ini Banjir Pesanan Sejak  Pandemi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 30 November 2022, 23:30 WIB
Hal lain yang membuat CG Interior lebih unggul adalah manufaktur dari mebel dan perabotan yang dilakukan sendiri di pabrik...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya