Kamis 10 November 2022, 09:20 WIB

Media Massa Berperan Penting Kawal Industri Hulu dan Hilir Migas

Heri Susetyo | Ekonomi
Media Massa Berperan Penting Kawal Industri Hulu dan Hilir Migas

MI/Heri Susetyo
kepala Dep.Komunikasi SKK Migas Jabanusa Indra Zulkarnain dalam diskusi dan media gathering di Surabaya, Rabu (9/11/2022)

 

MEDIA massa memiliki peran dan fungsi penting mengawal industri hulu dan hilir minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia. Sehingga sinergi dengan media massa perlu diperkuat untuk menghadapi peluang dan tantangan industri migas di masa mendatang.

Kepala Departemen Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara (SKK Migas Jabanusa) Indra Zulkarnain mengatakan hal tersebut dalam acara diskusi dan media gathering dengan para pimpinan redaksi media dari tiga wilayah. Yaitu Surabaya, Gresik dan Madura yang digelar bersama Petronas di Surabaya, Rabu (9/11).

Indra Zulkarnain menegaskan, SKK Migas Jabanusa mendorong semua pihak, terutama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk senantiasa menjalin hubungan mutualisme dengan media massa. Menurut Indra, media massa dibutuhkan agar masyarakat mengetahui kinerja instansinya.

"Masyarakat harus tahu keberhasilan KKKS adalah keberhasilan semua stakeholder dengan target 1 juta barrel per hari. Kami butuh media untuk memberitakan kami secara positif," kata Indra.

SKK Migas Jabanusa melakukan pemantauan terhadap pemberitaan media massa setiap hari. Ternyata berita negatif kurang dari dua persen, dan ini menunjukkan ada dukungan positif media
 
Menurut Indra, ke depan banyak ikhtiar menguatkan energi terbarukan, akan tetapi energi fosil belum bisa ditinggalkan. Bahkan Dewan Energi Nasional menyebutkan kebutuhan gas naik 300 persen dan minyak naik 105 persen. Maka dari itu pemerintah menargetkan produksi 1 juta barrel per hari pada 2030 mendatang.

"Kami jawab tantangan itu dengan kerja keras. Dan target drilling kami naik dibanding tahun sebelumnya. Harapannya bisa menemukan cadangan dan menambah produksi kita. Perlu kami sampaikan kita yang bekerja di hulu migas optimis target dan mimpi ini akan tercapai," kata Indra.

Kuncinya para pelaku industri migas tidak alergi dengan media massa di era keterbukaan informasi sekarang. Bahkan media massa arus utama sangat penting untuk mengonfirmasi atau membantah kabar-kabar yang muncul secara liar di media sosial. Kehadiran media massa sangat dibutuhkan pada situasi saat ini

Tantangan Industri Migas

Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi industri migas saat ini adalah krisis di Eropa. Krisis Geopolitik Rusia - Ukraina yang memicu sanksi dari Uni Eropa dan AS terhadap Rusia menyebabkan terganggunya faktor fundamental supply - demand.

OPEC berupaya untuk mengendalikan produksi untuk menyeimbangkan permintaan dan harga minyak dunia. Namun potensi resesi global berpotensi menurunkan tingkat permintaan global. Bank Sentral beberapa negara yang akan menaikkan suku bunga berpotensi menyebabkan perlambatan ekonomi global.

Sementara itu banyak potensi migas di Indonesia yang perlu mendapat perhatian. Terhitung sejak akhir 2021, terdapat 128 basin, 68 di antaranya un-drilled atau belum dibor. Cadangan produksi lapangan migas di Indonesia tercatat 2.44 BBO and 43.6 TCF, berdasarkan data 19 Januari 2021.

"Sekitar 70 persen wilayah kerja migas produksi telah mengalami penurunan produksi alamiah. Sementara biaya produksi dan pemeliharaan mature fields terus meningkat sejalan dengan  penurunan kemampuan produksinya," kata Komaidi.

Riset Inter-American Development Bank (IDB) 2020 menemukan bahwa pemberian insentif untuk mature fields dapat menambah umur keekonomian proyek rata-rata 30 tahun. Saat ini sekitar 52 persen atau 40 WK migas produksi merupakan mature fields. Sebanyak 36 WK berumur 25-50 tahun dan 4 WK berumur lebih dari 50 tahun.

"Perbaikan fiskal dan insentif masih diperlukan untuk meningkatkan investasi migas ke depan dalam mencapai target 1 Juta BOPD Minyak dan 12 BCFD Gas di tahun 2030," kata Komaidi.

Namun ternyata iklim investasi migas di Indonesia dianggap kurang menarik. Indeks Kemudahan Melakukan Bisnis 2020 yang dirilis World Bank menempatkan Indonesia di peringkat 73 dari 190 negara, dan Malaysia di peringkat 12, Meksiko 60, Brazil 124, Nigeria 132, dan Venezuela 188. Survei Fraser Institute Global Petroleum 2018 menempatkan Indonesia di 10 jurisdiksi yang paling tidak menarik untuk investasi, yakni peringkat ke 71 dari 80 jurisdiksi, di bawah Nigeria.

Dalam kondisi seperti ini peran pers menjadi sangat krusial. Media massa berperan penting memberikan citra positif terhadap industri migas Indonesia. Media massa bisa dikatakan jendela atau etalase informasi bagi dunia untuk melihat bagaimana industri migas berjalan selama ini.

President Director Petronas Indonesia, Yuzaini Md Yusof, mengatakan, acara tersebut diadakan dengan tujuan untuk memperkuat silaturahmi yang telah terjalin. Selain itu untuk mengapresiasi kerja keras dari media sebagai mitra dari industri hulu migas dalam penyampaian informasi mengenai kegiatan bisnis secara faktual, andal, nyata, dan lugas. (OL-13)

Baca Juga: Harga Minyak Turun 3 Persen/barel Dipicu Kenaikan Stok AS

Baca Juga

Ist

Pos Indonesia Gelar Apel Kesiapan Hadapi Natal dan Tahun Baru

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 14:39 WIB
Menjelang Nataru. Pos Indonesia perlu fokus kepada tiga program utama yaitu Business Opportunity, Operational Excellent dan Social...
Ist

Menjelang Akhir Tahun, Moduit Ajak Investor Tetap Optimistis 

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 14:15 WIB
Pasar modal sebagai salah satu instrument investasi bisa dipelajari jadi pertimbangan dalam berburu...
Ist/Pertamina

Tingkatkan Suplai, Pertamina Patra Niaga Operasikan 3 Terminal LPG Baru

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 13:20 WIB
Pertamina Patra Niaga siap mengoperasikan 3 Terminal LPG baru. 3 Terminal LPG baru ini dibangun sesuai dengan standar  teknis dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya